Pramono di Haul MH Thamrin: Saatnya Kaum Betawi Bersatu, Jangan Terjebak Perbedaan

Kabarbetawi.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan pentingnya persatuan masyarakat Betawi sebagai fondasi kekuatan Jakarta ke depan. Seruan tersebut secara khusus ditujukan kepada elemen-elemen masyarakat Betawi yang berhimpun dalam lembaga adat Majelis Kaum Betawi (MKB).
Pesan itu disampaikan Pramono saat berziarah ke makam pahlawan nasional Mohammad Husni (MH) Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026), bertepatan dengan peringatan Haul ke-85 MH Thamrin.

Acara tersebut turut dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo, (2007–2012) yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, serta sejumlah tokoh Betawi dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa persatuan masyarakat Betawi menjadi salah satu perhatian utama selama masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat tabur bunga di di atas makam Mohammad Husni Thamrin

“Hari ini kita memperingati Haul MH Thamrin. Saya bersama Bang Foke memiliki satu harapan besar: Majelis Kaum Betawi ini bisa bersatu. Jangan ada lagi perbedaan yang justru melemahkan. Apa yang perlu saya lakukan untuk itu, Insyaallah akan saya kerjakan,” ujar Pramono.

Pramono menilai, karakter egaliter yang melekat pada masyarakat Betawi merupakan kekuatan historis yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Jakarta, kata dia, sejak awal tidak tumbuh dalam tradisi kerajaan atau kesultanan, sehingga relasi sosial masyarakatnya relatif setara.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menyampaikan sambutan dalam acara Haul ke 85 Mohammad Husni Thamrin 

“Inilah kekuatan masyarakat Betawi. Jika kekuatan ini dipersatukan, saya yakin akan menjadi energi besar bagi Jakarta,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengakuan terhadap masyarakat dan budaya Betawi telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, yang menempatkan budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta.

“Saya memang lahir di Kediri, tetapi sebagai Gubernur Jakarta, saya sungguh berkeinginan masyarakat Betawi menjadi kuat, berdaulat, dan dihormati di tanah kelahirannya sendiri,” ucap Pramono

Haul ke-8 MH Thamrin tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi masyarakat Betawi, di antaranya H. Nachrowi Ramli, HM Nuh, H. Supli Ali, H. Beky Mardani, H. Zainuddin (H. Oding), H. Riano P. Ahmad, serta Sylviana Murni. Hadir pula jajaran Pemprov DKI Jakarta, termasuk Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah, serta Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Budi Awaluddin.

Di sela kegiatan, Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT) turut memperkenalkan buku sejarah perjalanan organisasi tersebut selama 50 tahun, yang kemudian dibagikan kepada para tokoh yang hadir.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat MKB H. Fauzi Bowo menegaskan bahwa mengenang MH Thamrin tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Thamrin justru harus terus dihidupkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) H.Fauzi Bowo, saat menyampaikan sambutannya.

“MH Thamrin adalah tokoh pemersatu. Ia mampu menjembatani berbagai corak perjuangan baik yang kooperatif maupun nonkooperatif demi kemerdekaan dan keadilan sosial,” ujar Fauzi Bowo.

Ia menambahkan, MH Thamrin dikenal memiliki empati dan kepekaan sosial yang tinggi, dengan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil, khususnya masyarakat Betawi yang pada masanya hidup dalam keterbatasan.

“Nilai empati dan keberpihakan kepada rakyat kecil ini masih sangat relevan hingga hari ini. Jangan sampai hanya berhenti pada slogan atau retorika,” tegasnya.

Fauzi Bowo berharap, nilai-nilai perjuangan MH Thamrin dapat menjadi sumber inspirasi dan semangat juang bagi generasi penerus kaum Betawi dalam membangun kampung halaman, sekaligus mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berketahanan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warganya. (hel)