Antusias Ikut Posyandu ILP, Masih Banyak Balita di Sukabumi Utara Belum Lengkap Imunisasi

Kabarbetawi.id, Jakarta — Antusiasme warga terlihat tinggi dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Mawar 2 RW 03, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (13/1/2026). Meski demikian, petugas kesehatan masih menemukan sejumlah balita yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Hal tersebut disampaikan Petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Sukabumi Utara, Tri Aryani, usai melakukan monitoring kegiatan Posyandu ILP di wilayah tersebut.

“Masih banyak ditemukan balita yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap,” ujar Tri Aryani yang akrab disapa Bidan Ari.

Menurut Bidan Ari, salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah kekhawatiran orang tua terhadap efek samping imunisasi, terutama pengalaman anak yang mengalami demam setelah disuntik.

Suasana pelaksanaan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Mawar 2 RW 03, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (13/1/2026).

“Sebagian orang tua masih ragu karena anaknya pernah demam setelah imunisasi. Tapi tadi juga ada beberapa yang akhirnya mau, meski ada yang memilih konsultasi dulu ke dokter anak,” jelasnya.

Ia menegaskan, edukasi kepada orang tua perlu terus dilakukan agar pemahaman tentang manfaat imunisasi semakin meningkat. Menurutnya, demam pasca-imunisasi merupakan reaksi yang wajar dan justru menandakan tubuh anak sedang membentuk kekebalan.

Tak hanya melayani balita, Posyandu ILP RW 03 juga memberikan layanan kesehatan bagi warga lanjut usia. Dari hasil pemeriksaan, cukup banyak lansia yang mengeluhkan kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

“Kebanyakan dipengaruhi pola makan. Konsumsi makanan berminyak dan berbahan dasar tepung masih tinggi,” kata Bidan Ari.

Ia menambahkan, pada usia lanjut, metabolisme tubuh akan menurun sehingga risiko penyakit tidak menular semakin meningkat jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.

“Karena metabolisme tubuh berkurang, penyakit mudah muncul. Maka dari itu, penting sekali skrining kesehatan sejak dini,” imbuhnya.

Bidan Ari pun mengimbau masyarakat untuk rutin memanfaatkan layanan Posyandu ILP. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, warga akan dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan konsultasi dokter.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Sukabumi Utara, Andri Maulana, mengapresiasi kinerja pengurus Posyandu ILP RW 03 yang dinilainya mampu menyelenggarakan layanan kesehatan secara tertib dan lancar.
Ia menyebutkan, saat ini Posyandu ILP telah terbentuk di tujuh dari sebelas RW di wilayah Kelurahan Sukabumi Utara. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan terintegrasi bagi ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia.

“Kami menargetkan seluruh posyandu di Sukabumi Utara bisa segera bertransformasi menjadi Posyandu ILP,” ujar Andri.

Di tempat yang sama, Ketua RW 03 Suhanda menyampaikan apresiasi kepada para Ketua RT, kader Posyandu, serta jajaran Kelurahan Sukabumi Utara atas dukungan yang diberikan sehingga Posyandu RW 03 dapat bertransformasi menjadi Posyandu ILP.
Ia berharap keberadaan layanan kesehatan terintegrasi ini dapat memberikan manfaat nyata dan berdampak positif bagi kualitas kesehatan warga di lingkungannya.