Kabarbetawi.id, Jakarta – Tradisi penjualan ikan bandeng menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, dinilai memiliki nilai strategis lebih dari sekadar ritual tahunan. Tradisi tersebut disebut menjadi simbol kuat akulturasi budaya sekaligus berpotensi besar mendongkrak pariwisata Jakarta.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Dr. Ing. H. Fauzi Bowo saat menghadiri diskusi santai bertajuk Ngopi Bandeng di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1/2026).
Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Foke itu menilai, tradisi Bandeng Rawa Belong telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi fenomena sosial yang unik di Jakarta.
“Meski berkaitan dengan perayaan Imlek, justru masyarakat Betawi yang paling meramaikan tradisi ini. Di situ terlihat jelas wajah toleransi Jakarta,” kata Bang Foke.
Diskusi yang berlangsung di Bale Kopi Baba, Duri Kosambi, tersebut dihadiri sejumlah tokoh Betawi, akademisi, pegiat budaya, hingga perwakilan DPRD DKI Jakarta.

Forum ini secara khusus membahas upaya menjaga keberlanjutan tradisi Bandeng Rawa Belong yang rutin digelar menjelang Imlek.
Menurut Bang Foke, ikan bandeng memiliki makna filosofis penting dalam budaya Tionghoa, seperti simbol kerja keras, keberuntungan, dan ketangguhan menghadapi tantangan hidup.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, kemudian diterima dan diadaptasi oleh masyarakat Betawi hingga akhirnya menjadi bagian dari tradisi silaturahmi, terutama sebagai hantaran kepada keluarga dan kerabat saat Imlek.
“Bandeng Imlek akhirnya menjadi kebiasaan masyarakat Betawi. Ini bukti akulturasi budaya yang tumbuh secara alami di Jakarta,” ujarnya.
Bang Foke menambahkan, tradisi Bandeng Rawa Belong mencerminkan karakter masyarakat Betawi yang terbuka, inklusif, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Karena itu, ia mendorong agar tradisi tersebut terus dirawat dan dikembangkan dalam bentuk festival budaya.
“Kalau dikemas dengan baik, festival bandeng ini bisa menjadi etalase budaya sekaligus daya tarik wisata Jakarta,” ucapnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 juga disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Mpo Afni Sajim. Ia memastikan DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh festival yang akan digelar pada 15–16 Februari 2026.
“Festival Bandeng Rawa Belong bukan hanya soal budaya, tapi juga punya potensi besar sebagai magnet pariwisata Jakarta,” kata Mpo Afni.
Ia menegaskan DPRD DKI berkomitmen mendukung berbagai kegiatan budaya Betawi agar dapat dikemas secara inklusif dan dinikmati masyarakat luas.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan festival ini demi menjaga keberlanjutan budaya Betawi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Zaenudin atau Bang Haji Oding, menyambut positif pengemasan tradisi Bandeng Rawa Belong dalam format festival tahunan.
Menurutnya, pendekatan festival akan membuat tradisi tersebut lebih dikenal, terutama di era digital.
“Tradisi ini sangat khas. Hanya ada menjelang Imlek dan hanya di Rawa Belong. Dengan festival, jangkauannya jadi lebih luas,” kata Bang Haji Oding.
Ia pun mengajak warga Jakarta untuk hadir langsung dalam Festival Bandeng Rawa Belong 2026. Selain berburu ikan bandeng berukuran besar, pengunjung juga akan disuguhi beragam pertunjukan seni dan budaya Betawi.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Betawi mampu merawat keberagaman budaya yang tumbuh di Jakarta,” pungkasnya.












