Dukung Seniman Betawi, Ketua DPRD DKI Siap Gelar Pameran Lukisan Sarnadi Adam

Kabarbetawi.id, Jakarta — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam acara halalbihalal Idulfitri yang digelar di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, KH Khoirudin, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang dialog antara pimpinan daerah dan masyarakat.
Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk perwakilan Forum Jurnalis Betawi (FJB) yang hadir bersama maestro lukis asal Betawi, H. Sarnadi Adam.

Dalam kesempatan itu, Sarnadi Adam menyampaikan rencananya menggelar pameran tunggal lukisan yang akan berlangsung sepanjang April 2026 di kawasan Kebayoran Baru, tepatnya di Bumi Pakubuwono, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan.

Maestro lukis Betawi Sarnadi Adam (kiri) bersama Ketua DPRD DKI, KH Khoirudin (kanan)

Pameran tersebut mengusung tema “Sarnadi Adam Pelukis Maestro Betawi: Dari Betawi untuk Jakarta Kota Global dan Berbudaya”, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut 5 abad Kota Jakarta pada 2027 nanti.

Sarnadi Adam juga secara langsung mengundang KH Khoirudin untuk membuka pamerannya. Permintaan tersebut disambut positif.

“Insyaallah kami akan hadir membuka pameran lukisan Bang Sarnadi Adam,” ujar Khoirudin.

Ketua DPRD DKI, KH Khoirudin (kiri) berbincang santai dengan H.Sarnadi Adam saat momen halalbihalal,Minggu (22/3/2026)

Tak hanya itu, Khoirudin juga menyatakan komitmennya untuk mendukung promosi karya seni Betawi dengan rencana memfasilitasi pameran lukisan Sarnadi Adam di lobi Gedung DPRD DKI Jakarta pada peringatan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta, Juni 2026.

“Kami ingin karya-karya seniman Betawi bisa tampil lebih luas, termasuk di ruang-ruang publik seperti Gedung DPRD,” kata Khoirudin.

Sementara itu, Sarnadi Adam menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar menampilkan karya seni, tetapi juga membawa misi budaya Betawi ke ruang yang lebih luas.

“Saya ingin menghadirkan karya-karya yang merepresentasikan ruh Betawi, agar tetap hidup dan dikenal di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global,” kata Sarnadi Adam.

Ia menambahkan, melalui pameran ini, dirinya berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya Betawi.

“Ini bentuk kontribusi saya sebagai seniman untuk Jakarta. Dari Betawi, kita bicara untuk dunia,” ujarnya.

Salah satu karya yang akan ditampilkan dalam pameran tersebut berjudul “Masjid dan Delman”.

Lukisan berukuran 85 cm x 100 cm ini menggunakan media cat akrilik di atas kanvas, yang menjadi ciri khas eksplorasi visual Sarnadi Adam dalam memadukan unsur tradisi dan kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.
Melalui karya ini, Sarnadi Adam menghadirkan suasana khas Betawi yang sarat makna.

Visual masjid merepresentasikan nilai spiritual dan religiusitas yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat, sementara delman menjadi simbol budaya dan identitas lokal yang lekat dengan sejarah transportasi tradisional di Jakarta.

Salah satu lukisan karya H.Sarnadi Adam yang akan dipamerkan dengan objek Masjid & Delman

Perpaduan kedua elemen tersebut tidak hanya menggambarkan lanskap fisik, tetapi juga merefleksikan harmoni antara nilai agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat Betawi. Sapuan warna yang hangat dan komposisi yang dinamis memperkuat kesan nostalgia sekaligus mengajak penikmat seni untuk merenungkan perjalanan Jakarta dari masa ke masa.

Karya ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran, sekaligus mempertegas pesan yang ingin disampaikan Sarnadi Adam tentang pentingnya menjaga akar budaya di tengah arus modernisasi kota.

Sementara itu, KH Khoirudin menekankan pentingnya momentum Idulfitri sebagai sarana memperkuat kebersamaan.

Ia berharap kegiatan halalbihalal seperti ini dapat terus mempererat sinergi antara masyarakat, tokoh budaya, dan pemangku kebijakan dalam membangun Jakarta yang inklusif, adil, dan berkeadaban.

“Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.