Kabarbetawi.id, Jakarta — Tradisi halalbihalal masih menjadi momen penting untuk mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dalam acara open house yang digelar di kediaman Bekky Mardani, Sabtu (28/3/2026), di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Sejak pagi hari, tamu undangan mulai berdatangan dan terus memadati lokasi hingga siang hari.
Tercatat hampir ribuan orang hadir dalam kegiatan tersebut, berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran PMI DKI Jakarta dan PMI tingkat kota se-DKI Jakarta, para seniman Betawi, hingga keluarga besar dan kerabat dekat tuan rumah.

Bekky Mardani yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), menjadikan momentum Idulfitri sebagai ruang untuk memperkuat ikatan sosial lintas komunitas. Suasana hangat dan akrab terasa sepanjang acara, mencerminkan nilai kebersamaan yang terus dijaga.
“Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan. Saya berharap momentum seperti ini terus kita jaga, agar hubungan kekeluargaan di antara kita tetap hangat dan solid,” ujar Bekky Mardani.

Sejumlah tokoh dan seniman Betawi turut hadir memeriahkan acara, di antaranya Hj Tonah, Munaroh, Bang Madit, H. Hendi, pelukis Betawi Sarnadi Adam, YouTuber Sofwan Amin, Bahtiar Pitung, Yusron Sjarief, Raja Pantun Bang Zahrudin, MC Pantun Bang Aden, serta Si Ucup.
Dari unsur PMI, selain jajaran provinsi, turut hadir Ketua PMI Jakarta Timur Krisdianto, Ketua PMI Jakarta Pusat Asep Juanda, Ketua PMI Jakarta Selatan Mundari, serta Ketua PMI Jakarta Barat RM Amien Haji. Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diwakili oleh Kepala Markas masing-masing.
Dari unsur organisasi kemasyarakatan, hadir Haji M Nuh serta Yusron Sjarief sebagai Ketua ASTRABI, serta teman-teman dari Forum Jurnalis Betawi (FJB)
Adapun dari unsur pemerintahan, turut hadir Kepala Kesbangpol Matsani Arsyad dan Sekretaris Kota Jakarta Barat Firmanuddin.

Ketua Forum Jurnalis Betawi M Syakur Usman menilai kegiatan silaturahmi seperti ini memiliki peran penting sebagai perekat kehidupan berbangsa.
Ia menegaskan, keberagaman suku dan budaya di Indonesia, khususnya di Jakarta, menjadi alasan kuat untuk terus menjaga persaudaraan.
“Silaturahmi adalah energi positif dalam merawat kebersamaan. Di tengah keberagaman, masyarakat perlu terus menjaga harmoni dan hidup rukun.
Halalbihalal warga Betawi ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang silaturahmi.
Interaksi yang terjalin berlangsung cair, memperlihatkan kedekatan antara tokoh, relawan kemanusiaan, hingga pelaku seni budaya Betawi.
Dalam kesempatan tersebut, tersirat harapan agar hubungan yang telah terjalin dapat terus dipelihara.
Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga solidaritas, tidak hanya dalam momentum Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Acara yang berlangsung hingga pukul 15.00 WIB itu ditutup dengan suasana penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu yang hadir.
Halalbihalal di kediaman Bekky Mardani kembali menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bagian dari nilai budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.












