Kabarbetawi.id, Jakarta – Suasana Ibu Kota berubah meriah menjelang Hari Raya Idulfitri lewat gelaran Jakarta Bedug Festival. Dentuman bedug yang menggema di berbagai sudut kota sukses menarik perhatian ribuan warga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan festival ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus kekuatan tradisi masyarakat Jakarta dalam menyambut hari kemenangan.
“Acara ini menghadirkan 1.000 bedug yang merepresentasikan kabupaten/kota di Jakarta.
Sebanyak 261 kelurahan masing-masing mengirimkan empat bedug beserta alat musik lainnya,” ujar Pramono.

Tak hanya dari Jakarta, festival ini juga diikuti perwakilan dari Provinsi Banten dan Sumatera Barat.
Kehadiran peserta dari luar daerah menambah semarak perayaan budaya tersebut.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Pawai Obor Elektrik yang melibatkan sekitar 3.000 peserta. Mulai dari pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian dalam pawai tersebut.
Selain itu, parade kendaraan hias dari kawasan Monumen Nasional menuju Bundaran HI juga menjadi daya tarik tersendiri.
Kendaraan dihias dengan ornamen khas Ramadan dan Idulfitri yang memadukan budaya Betawi dengan sentuhan modern.
Kemeriahan semakin lengkap dengan pertunjukan air mancur bertajuk “Jakarta: Rhythm of the Fountain” yang memanjakan pengunjung dengan atraksi visual spektakuler.
Pramono berharap festival ini bisa menjadi magnet wisata budaya sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.
“Acara ini juga menjadi bagian dari program Mudik ke Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai sudah lama dirindukan masyarakat.

“Sebagai kota yang inklusif, Jakarta terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan transaksi di berbagai sektor,” ujar Khoirudin.
Jakarta Bedug Festival pun tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya di tengah dinamika kota metropolitan.












