Kapolres Jakbar Datangi Rumah Tokoh Betawi Kota Bambu, Bahas Antisipasi Tawuran Jelang Ramadan

Kabarbetawi.id, Jakarta — Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi menyambangi kediaman Ketua Kerukunan Betawi Kota Bambu, H. Muhammad Nuh, di Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Senin (19/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus dialog keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama warga.
Pertemuan yang dihadiri unsur tiga pilar, jajaran Polsek Palmerah, Camat Palmerah beserta wakilnya, lurah, FKDM, pengurus RW dan RT, Karang Taruna, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis.

Dalam kesempatan itu, Twedi menekankan bahwa upaya menjaga keamanan lingkungan, khususnya mencegah aksi tawuran, tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Menurut dia, peran orang tua, tokoh masyarakat, dan pemuka agama sangat menentukan dalam membentuk kesadaran generasi muda.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi saat foto bersama para tokoh masyarakat Kota Bambu Selatan 

“Keamanan wilayah tidak bisa dijaga sendiri. Peran tokoh masyarakat dan pemuka agama sangat penting untuk membangun kesadaran warga, terutama anak-anak muda, agar tidak terjerumus ke tawuran dan pergaulan yang salah,” kata Twedi.

Menjelang Bulan Suci Ramadan, Twedi mengingatkan bahwa potensi gangguan kamtibmas justru perlu diantisipasi lebih dini. Aktivitas remaja di malam hari, seperti membangunkan sahur, dinilai rawan memicu gesekan jika tidak diawasi.

“Ramadan memang harus lebih kita tingkatkan pengamanannya. Di sinilah peran orang tua dan tokoh masyarakat harus lebih intens memantau dan mengarahkan anak-anak,” ujarnya.

Selain isu tawuran, Twedi juga mengapresiasi keberanian warga Kota Bambu yang sebelumnya membantu aparat dalam pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor. Ia turut mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi kebakaran, terutama akibat penggunaan regulator tabung gas yang sudah tidak layak.

“Kalau regulator sudah bermasalah, sebaiknya diganti. Jangan diakali. Lebih baik keluar biaya sedikit daripada menanggung kerugian besar, bahkan kehilangan nyawa,” katanya.

ketua Kerukunan Betawi Kota Bambu H. Muhammad Nuh, saat menerima kunjungan Kapolres Jakarta barat di kediamannya.

Sementara itu ketua Kerukunan Betawi Kota Bambu H. Muhammad Nuh mengatakan, upaya pencegahan tawuran telah lama dilakukan melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Imbauan, kata dia, rutin disampaikan kepada warga melalui mimbar Jumat maupun forum pertemuan masyarakat.

“Kami sudah membiasakan dari awal, bukan hanya menjelang Ramadan. Setiap ada kesempatan, kami selalu mengingatkan warga, terutama anak-anak muda, untuk menjaga lingkungan dan tidak terlibat tawuran,” ujar Nuh.

Camat Palmerah Febri menambahkan, kekuatan wilayah Kota Bambu terletak pada solidnya hubungan kekerabatan warga serta peran aktif tokoh masyarakat. Ia memastikan, pemerintah wilayah bersama unsur tiga pilar akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan.

“Sinergi aparat, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci menjaga Palmerah tetap aman dan kondusif, terutama menjelang Ramadan,” kata Febri.

Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Metro Jakarta Barat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.(hel)