KPSTI Sukabumi Gelar Festival Pencak Silat Walikota Cup III 2026, Pengurus Baru Dikukuhkan

Kabarbetawi.id, Sukabumi — Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Kota/Kabupaten Sukabumi menggelar Festival Pencak Silat Seni Walikota Sukabumi Cup III 2026 antarperguruan silat se-Sukabumi Raya. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 9–11 Januari 2026, di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi.

Festival pencak silat ini sekaligus dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus KPSTI Kota/Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026–2030.
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki berhalangan hadir dan diwakili Wakil Wali Kota Bobby Maulana.

Wakil walikota Sukabumi, Bobby Maulana (kemeja batik) didampingi ketua umum KPSTI Mahfudz Abdurrahman (kiri) saat menghadiri pelantikan pengurus daerah KPSTI.

Dalam sambutannya, Bobby membacakan pesan Wali Kota yang mengapresiasi penyelenggaraan festival pencak silat tradisi sebagai upaya pelestarian seni budaya daerah.

Menurut Ayep Zaki, kegiatan pencak silat tradisi memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda. Selain menjadi wadah penyaluran bakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai serta mencegah pengaruh negatif di era digital.

“Kegiatan seni budaya seperti pencak silat tradisi diharapkan menjadi sarana silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta memperkuat kekompakan antarperguruan pencak silat di Sukabumi,” ujar Bobby Maulana.
Dalam kesempatan tersebut, Wina Zulfiana dikukuhkan sebagai Ketua KPSTI Kota/Kabupaten Sukabumi. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan soliditas pengurus dalam membangun organisasi ke depan.

Wina yang memiliki latar belakang seni tradisional berharap pencak silat tradisi dapat berkembang lebih cepat dan semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Ketua Umum KPSTI Mahfudz Abdurrahman menegaskan bahwa pencak silat tradisi telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda Indonesia, sehingga keberadaannya harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Pencak silat bukan hanya beladiri dan olahraga, tetapi juga memiliki dimensi mental spiritual dan seni budaya yang kaya. Nilai-nilai inilah yang harus terus dirawat agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” kata Mahfudz.

Ketua umum KPSTI Mahfudz Abdurrahman kedua dari kiri saat sesi foto bersama jajaran pengurus.

Festival ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya HM Muraz SH, MM, Ketua Umum Pengcab IPSI Kota Sukabumi, serta Kompol (Purn) Sunarya Ishak, SH, MH, Ketua Umum Lapdek Community Sukabumi, yang mendorong pencak silat menjadi sarana membangun iklim damai dan kondusif di Sukabumi.

Festival Pencak Silat Walikota Sukabumi Cup III 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antarperguruan silat sekaligus menjaga pencak silat tradisi tetap lestari di tengah masyarakat.(hel)