Kabarbetawi.id, Jakarta – Yayasan Pendidikan Islam Al Ihsan yang berlokasi di Jalan Apus II, Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat, menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim, Kamis (12/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 24 anak yatim dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) menerima santunan yang diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Al Ihsan, H.Muhammad Nuh.
Dalam pesannya, H. Muhammad Nuh memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan meskipun telah kehilangan sosok ayah.

“Jangan menjadikan kita lemah ketika sosok seorang ayah tidak ada lagi di sisi kita. Justru sebaliknya, kita harus kuat dan membuktikan kepada diri kita bahwa kita bisa bangkit mengejar cita-cita agar menjadi orang yang berhasil di kemudian hari,” ujar H.Muhammad Nuh.
Ia juga berpesan kepada para ibu agar terus memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anaknya.
Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter serta akhlak anak.
“Sebisa mungkin terus awasi anak-anak kita, karena dari orang tualah yang paling berpengaruh terhadap tumbuh kembang karakter dan akhlak mereka,” katanya.
Agenda Rutin Sekolah
Sementara itu, Kepala Sekolah MI Al Ihsan, M Mahfudin, mengatakan kegiatan santunan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Ramadan dan Muharram.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian sekolah kepada para siswa yatim sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan.
“Meskipun menjadi anak yatim, kita harus tetap semangat, karena masih banyak orang yang peduli dan mau mengayomi,” kata Mahfudin.
Tausiah Ramadan
Setelah penyerahan santunan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ustad Nurdin.
Dalam ceramahnya, ia mengajak para siswa untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan positif.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat memicu konflik, seperti tradisi membangunkan sahur yang berpotensi menimbulkan tawuran antar kampung.
“Lebih baik kita isi Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, belajar dengan rajin, dan membantu orang tua di rumah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengawas Madrasah PPMI Gropal, Andiyansyah, turut memberikan pesan kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga perilaku selama menjalankan ibadah puasa.
Ia menjelaskan bahwa ada beberapa perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa, seperti bergunjing (gibah), berkata kasar, serta bertengkar dengan orang lain.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa,” kata Andiyansyah.
Ia juga mengingatkan kembali rukun puasa, yaitu niat serta menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.
Melalui kegiatan santunan dan tausiah tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat semakin memahami makna Ramadan serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, disiplin, dan memiliki semangat meraih masa depan yang lebih baik.












