Zee Zee Shahab Raih Gelar Doktor, Angkat Tradisi Lisan Betawi dalam Disertasi

Kabarbetawi.id, Jakarta — Aktris sinetron sekaligus pegiat budaya Zee Zee Shahab resmi meraih gelar doktor dari Institut Seni Indonesia Denpasar.
Dalam disertasinya, ia mengangkat upaya revitalisasi sastra lisan Betawi agar tetap relevan dengan perkembangan seni pertunjukan masa kini.

Perempuan yang memiliki nama asli Fauziah Shahab itu mengaku kedekatannya dengan budaya Betawi bukan sekadar peran yang sering ia tampilkan di layar kaca. Menurut dia, keterikatan tersebut sudah terbentuk sejak kecil melalui lingkungan keluarga.

Zee Zee mengatakan dirinya lahir dan besar di Jakarta dalam keluarga yang memiliki kedekatan kuat dengan budaya Betawi. Hal tersebut membuatnya sejak kecil akrab dengan berbagai tradisi dan kesenian Betawi.

Zee Zee saat menghadiri acara Bukber bersama Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB)

Kakeknya, Ali Shahab, dikenal sebagai sutradara yang banyak mengangkat cerita-cerita Betawi, termasuk serial komedi legendaris Pepesan Kosong pada era 1990-an.

Sementara pamannya, Idrus Shahab, merupakan wartawan yang juga aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan Betawi.

“Kalau ditanya asli Betawi atau tidak, sebenarnya sudah ketebak, nama saya kan ada Shahab nya, itu dari Bapak, kalau Ibu orang Betawi,” jelas Zee Zee

Lingkungan keluarga tersebut membuat Zee Zee tumbuh dalam suasana seni yang kental. Sejak kecil, ia sudah terlibat dalam berbagai kegiatan kesenian, mulai dari lenong bocah hingga mengikuti ajang Abang None Jakarta.

Pengalaman itu pula yang membuatnya kerap terlihat natural saat memerankan karakter Betawi di sejumlah sinetron. Ia bahkan sempat mengikuti berbagai pelatihan, termasuk latihan bela diri, agar dapat menampilkan adegan secara maksimal tanpa menggunakan pemeran pengganti.

Zee Zee Shahab usai ngobrol bareng Kabarbetawi.id

Kecintaannya terhadap budaya Betawi kemudian ia tuangkan dalam dunia akademik. Dalam program doktor seni di ISI Denpasar, ia meneliti tradisi sastra lisan Betawi yang dikenal dengan istilah ngebuleng.

Disertasinya berjudul “Metode VIT T: Revitalisasi dan Transformasi Sastra Ngebuleng Betawi dalam Penciptaan Teater Tutur Kontemporer.” Penelitian tersebut dipresentasikan dalam sidang terbuka program doktor seni ISI Bali pada 13 Februari 2026.

Melalui penelitian tersebut, Zee Zee berupaya menghidupkan kembali tradisi sastra lisan Betawi agar dapat dikembangkan menjadi bentuk pertunjukan teater tutur yang relevan dengan perkembangan seni kontemporer.

Dalam proses penelitiannya, ia juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Saran dari pamannya, Idrus Shahab, membawanya bertemu dengan tokoh Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra, untuk memperdalam kajian yang diangkat dalam disertasi.

Zee Zee Shahab bersama tim kabarbetawi.id

Selain itu, proses penelitian hingga sidang akademik juga mendapat dukungan dari Lembaga Kebudayaan Betawi.

Bahkan sejumlah kegiatan penelitian turut melibatkan komunitas budaya Betawi di kawasan Setu Babakan.

“Alhamdulillah semuanya didukung penuh, mulai dari proses penelitian sampai sidang,” kata Zee Zee, saat ngobrol bareng dengan kabarberawi.id, usai acars bukber dikantor sekretariat LKB, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026)

Sebagai informasi, Zee Zee Shahab lahir di Jakarta pada 31 Maret 1988. Ia dikenal sebagai artis sinetron yang aktif dalam berbagai kegiatan seni dan budaya serta merupakan istri dari jurnalis dan presenter televisi Prabu Revolusi.

Melalui penelitian dan kiprahnya di dunia seni, Zee Zee berharap tradisi sastra lisan Betawi dapat terus dilestarikan serta dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman.(hel)