Biem Benyamin: Kami Akan Produksi Film Dokumenter 5 Abad Kota Jakarta

KabarBetawi.id, Jakarta – Narasi perjalanan lima abad kota Jakarta yang akan diperingati pada 2027 dinilai perlu diperkuat, termasuk melalui medium film dokumenter. Pasalnya, sejarah lima abad Jakarta hingga kini belum dibangun utuh di kurikulum sekolah.

Pandangan tersebut mengemuka dalam talkshow Kick Off Film Dokumenter 5 Abad Jakarta bertajuk “1527 – Sebermula Nyala Jakarta”, di Jakarta, kemarin (8/10).

Talkshow menjadi salah satu rangkaian Madani International Film Festival ini menghadirkan Biem T Benyamin sebagai tokoh Betawi, Udi Wicaksono dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Tengku Muhammad Dhani Iqbal,  sutradara film dokumenter tersebut.

Menurut Biem, momentum lima abad Jakarta tidak hanya menjadi milik Jakarta karena pembentukannya sendiri dilakukan oleh berbagai pihak. Sejak 1527, kata dia, Jakarta  menjadi bagian dari dinamika wilayah global. Maka itu, upaya mengangkat sejarahnya melalui film dokumenter juga memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

“Artinya, sejak 1527 itu, Jakarta sudah menjadi kota global. Dan karena itu, film dokumenter tentang 5 Abad Jakarta juga jadi ruang kolaborasi multistakeholders,” ujar Biem.

Senada dengan Biem, Udi Wicaksono mengatakan medium kreatif seperti film dokumenter dapat menjadi salah satu bahan ajar efektif untuk membantu murid memahami sejarah Jakarta.

“Apalagi sampai saat ini narasi tentang 5 abad Jakarta itu belum dikupas secara mendalam di kurikulum,” ujar Udi.

Sementara, Tengku Muhammad Dhani Iqbal mengatakan film dokumenter tersebut akan berpijak pada sumber-sumber primer yang merekam sepak terjang Portugis terhadap dunia Islam sejak awal abad ke-16. Sumber-sumber tersebut kini dapat diakses dan ditransformasi ke medium audiovisual.

“Sumber primer dari Portugis, seperti dari Joao de Barros, dan sumber Melayu seperti Sulalatus Salatin, dapat ditransformasikan ke bentuk film dokumenter yang dapat mengantarkan periode penting ini pada generasi demi generasi,” ucap Iqbal.

Lebih lanjut Biem mengatakan dirinya  membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan film dokumenter tersebut sebagai karya yang dapat dimiliki dan didukung bersama.

“500 tahun bukan waktu sebentar. Film dokumenter adalah satu ikhtiar mewariskan ingatan bagi Jakarta yang pada 2027 nanti berusia 500 tahun,” pungkas Biem.