Festival Bandeng Rawa Belong 2026 Siap Digelar, Warga dan Tokoh Lokal Kompak Dukung Keberlanjutan Tradisi

Kabarbetawi.id, Jakarta — Warga Rawa Belong menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 yang akan digelar pada 14–15 Februari 2026.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh H. Otib, Ketua Yayasan Sipitung sekaligus pengurus IKBRB (Ikatan Keluarga Besar Rawa Belong Bersatu) yang didampingi oleh Yadi Koi, usai menggelar rapat pemantapan pelaksanaan Festival Bandeng di kantor Kelurahan Sukabumi Utara, pada Kamis (12/2/2025)

H. Otib menegaskan, Festival Bandeng bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari sejarah panjang dan identitas masyarakat Rawa Belong yang telah mengakar sejak lama.

“Kalau bicara bandeng, ini bukan hal baru bagi warga Rawa Belong. Jauh sebelum disebut festival, bandeng sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Rawa Belong, terutama menjelang perayaan Imlek. Sejak dulu hingga sekarang banyak penjual ikan bandeng musiman di kawasan ini,” ujar H. Otib.

Ketua Yayasan Si Pitung H Otib (kiri) bersama ketua festival Bandeng 2026 H.Naman Setiawan, saat menggelar rapat persiapan panitia di kantor kelurahan Sukabumi Utara

Menurutnya, meski baru dua kali dikemas dalam format festival, kegiatan ini harus dijaga kesinambungannya agar tidak terputus sebagai tradisi dan potensi ekonomi lokal.

Ia juga berharap kehadiran dan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terus terjalin dalam semangat kolaborasi, khususnya dalam bentuk fasilitasi penyelenggaraan kegiatan.

“Kami berharap pemerintah terus berkolaborasi dengan warga Rawa Belong.
Dukungan fasilitasi sangat penting, karena kemampuan masyarakat dan organisasi warga, termasuk IKBRB, masih terbatas, sementara kebutuhan anggaran festival tidak sedikit,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Otib menilai Festival Bandeng Rawa Belong memiliki dampak yang luas, tidak hanya dari sisi budaya dan sejarah, tetapi juga sosial dan ekonomi. Ia berharap festival ini mampu menjadi penggerak ekonomi warga, terutama bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM setempat.

“Dampak ekonomi inilah yang kita harapkan. Pedagang kecil dan UMKM bisa bangkit dan lebih dikenal.
Perputaran barang dan jasa berjalan lebih baik, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

Dalam penyelenggaraan seni dan budaya, H. Otib juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh sanggar dan padepokan yang ada di Rawa Belong secara adil dan merata.

para pembeli ikan bandeng mulai berdatangan di Jalan Sulaiman, Sukabumi Utara, Rawa Belong, Jakarta Barat

“Kami tidak ingin hanya satu sanggar atau padepokan yang ditonjolkan. Semua harus diakomodasi dan maju bersama, agar citra Rawa Belong bisa terangkat lebih luas lewat tradisi dan budayanya juga dalam rangka menjaga tradisi, memperkenalkan kepada generasi kita berikutnya,” ujar H.Otib.

Festival Bandeng Rawa Belong 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan identitas budaya lokal sekaligus ruang kolaborasi antara warga, komunitas, dan pemerintah untuk mendorong keberlanjutan tradisi serta pertumbuhan ekonomi kawasan. (hel)