Kabarbetawi.id, Jakarta — Generasi muda, khususnya mahasiswa Betawi, didorong untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Jakarta dan tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.
Dorongan tersebut mengemuka dalam acara Pengukuhan Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi yang digelar di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Acara ini dihadiri tokoh masyarakat Betawi, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, organisasi kemasyarakatan, serta para sesepuh Betawi.
Pengukuhan ini sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi periode 2026–2028 di bawah kepemimpinan Renvino Akbar sebagai Ketua Umum.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda Betawi yang adaptif, berdaya saing, dan aktif berkontribusi dalam transformasi Jakarta menuju kota global.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Matsani, dalam sambutannya mengajak mahasiswa Betawi untuk menjaga sekaligus mengembangkan budaya agar tetap relevan di tengah arus modernisasi.

“Saya bersyukur lahir dan besar di lingkungan Betawi. Berkat doa dan bimbingan banyak pihak, saya masih dapat mengabdi untuk Jakarta. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan Betawi terus memberi kontribusi nyata bagi kota ini,” ujar Matsani.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkembang. Kesempatan tersebut harus diisi dengan kerja nyata, inovasi, serta partisipasi aktif generasi muda.
Menjelang usia lima abad Jakarta pada 2027, Matsani menyebut momentum tersebut sebagai panggilan bagi masyarakat Betawi untuk menunjukkan peran dan kontribusi terbaiknya.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kampung sendiri. Kita harus menjadi tuan rumah, pengelola, dan bagian penting dari kemajuan Jakarta,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menekankan pentingnya persatuan dan tanggung jawab kolektif dalam membawa Betawi ke panggung yang lebih luas.
“Bumi dan dunia kini berada di hadapan kita. Tanggung jawab itu ada pada kita semua. Saya meyakini mahasiswa Betawi mampu berbicara tidak hanya untuk Jakarta, tetapi juga di tingkat global,” kata Fauzi Bowo.
Ia mengingatkan bahwa persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Bersatu bukan hanya di lisan, tetapi di dalam hati. Di tangan generasi mudalah masa depan kaum Betawi berada,” ujarnya.
Fauzi Bowo juga menegaskan bahwa upaya menjaga marwah Betawi membutuhkan kesungguhan dan keikhlasan dari seluruh elemen masyarakat.
“Jika niat kita tulus untuk mengangkat harkat dan martabat Betawi, maka buktikan dengan kerja dan kontribusi nyata,” tambahnya.
Melalui pengukuhan Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi ini, generasi muda Betawi diharapkan menjadi generasi produktif yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Jakarta.
Nilai-nilai Betawi yang dikenal santun, egaliter, dan terbuka diharapkan tetap terjaga sebagai identitas budaya yang membanggakan, seiring dengan transformasi Jakarta sebagai kota global.












