Abang None Cilik DKI 2026 Kunjungi Balai Kota, Belajar Pemerintahan dan Teknologi Jakarta

Kabarbetawi.id, Jakarta — Mengenal pemerintahan tidak harus selalu dilakukan melalui buku pelajaran di ruang kelas. Pengalaman melihat langsung aktivitas pemerintahan dan berinteraksi dengan para pemangku kebijakan juga menjadi cara menarik bagi generasi muda untuk memahami bagaimana sebuah kota dikelola.

Pengalaman itulah yang diperoleh perwakilan Abang None Cilik DKI Jakarta 2026, yang diselenggarakan oleh LKB & Ancol, saat mengikuti program “Namu Balai Kota” di Balai Kota Jakarta, Sabtu (17/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, para peserta diajak mengenal lebih dekat lingkungan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, berinteraksi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta mempelajari pemanfaatan teknologi untuk mendukung Jakarta sebagai kota pintar (smart city).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk melihat secara langsung pusat pemerintahan yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui pemberitaan atau pembelajaran di sekolah. Melalui pengalaman tersebut, mereka diperkenalkan pada peran pemerintah daerah dalam mengelola kota, memberikan pelayanan publik, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu momen yang menarik perhatian para peserta adalah kesempatan bertemu dan berkenalan langsung dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Interaksi tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi para Abang None Cilik untuk mengenal lebih dekat sosok pemimpin daerah sekaligus memahami pentingnya peran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari warga Jakarta.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film di auditorium Balai Kota Jakarta. Suasana belajar yang dikemas secara menarik ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan lingkungan pemerintahan kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih dekat dan menyenangkan.

Para pemenang Abnon cilik 2026 yang diselenggarakan oleh LKB & Ancol, mengikuti kegiatan “namu balaikota” Sabtu (17/10/2026)

Tak hanya mengenai pemerintahan, para peserta juga mendapatkan wawasan tentang perkembangan teknologi perkotaan melalui sosialisasi Jakarta Smart City. Dalam sesi tersebut, mereka diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung pelayanan publik, meningkatkan efektivitas pengelolaan kota, serta membantu pemerintah merespons berbagai persoalan perkotaan.

Pengenalan konsep kota pintar sejak dini diharapkan dapat memperluas wawasan anak-anak mengenai perkembangan Jakarta yang terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Mereka juga diajak memahami bahwa di balik berbagai layanan perkotaan, terdapat proses pengelolaan, pemanfaatan data, dan inovasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Antusiasme para peserta turut dirasakan oleh orang tua yang mendampingi anak-anak dalam kegiatan tersebut. Rindy, salah satu orang tua peserta None Cilik, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya memberikan pengalaman edukatif sekaligus kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal pemerintahan secara langsung.

“Senang sekali Abang None Cilik bisa mengikuti kegiatan yang edukatif seperti ini. Anak-anak jadi bisa belajar lebih dekat dan melihat langsung bagaimana lingkungan pemerintahan di Balai Kota. Apalagi mereka juga berkesempatan bertemu dengan Pak Wakil Gubernur Rano Karno. Tentu anak-anak semakin gembira,” ujar Rindy.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar ruang kelas seperti ini memberikan nilai tambah bagi anak-anak. Selain memperoleh pengetahuan baru, mereka juga mendapatkan pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan pemerintahan yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan memperluas wawasan.

Program “Namu Balai Kota” pun menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan generasi muda dengan pusat pemerintahan secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak mengenal Balai Kota sebagai tempat para pejabat bekerja, tetapi juga memahami berbagai upaya yang dilakukan untuk membangun Jakarta melalui inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Adapun perwakilan Kelompok C Abang None Cilik DKI Jakarta 2026 yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas Mendhayu Alunan Surga, Naraya Daniswara, Ayeesha Ramadhania Basuki, Daffa Fedinand Nugroho, Farah Dhia Khamila, dan Hani Nifatul Aeni.

Sementara itu, perwakilan Kelompok A None Cilik DKI Jakarta 2026 yang turut hadir adalah Vanya Lashira Ernanda, Shazana Almahyra, dan Ameera Numa.

Melalui pengalaman tersebut, para peserta diharapkan semakin mengenal Jakarta, memahami pentingnya pelayanan publik, serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan kota tempat mereka tumbuh. Bekal pengetahuan dan pengalaman ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap Jakarta sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut menjaga dan berkontribusi bagi masa depan ibu kota.