Yayasan Pendidikan Al-Ihsan Gelar Maulid Nabi 1448 H, Ini Pesan Penting untuk Para Siswa

Kabarberawi.id, Jakarta — Yayasan Pendidikan Al-Ihsan, Kota Bambu, Jakarta Barat, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Jumat (28/8/2026).

Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar yayasan untuk kembali mengingat sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Ihsan itu mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Iman dan Ukhuwah”.

Peringatan tersebut diikuti keluarga besar yayasan, mulai dari para murid, guru, orang tua murid hingga masyarakat sekitar.

Hadir sebagai penceramah, Ustaz Drs. Dzul Jamal yang menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun karakter dan menjalani kehidupan.

Menurut Dzul Jamal, keteladanan Nabi Muhammad SAW merupakan cahaya penerang bagi umat Islam. Sikap dan perilaku Rasulullah menjadi contoh yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan sejumlah sifat utama Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap sesama.

“Al-Amin” merupakan gelar yang diberikan masyarakat Makkah kepada Nabi Muhammad SAW sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Gelar tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kejujuran dan integritas Rasulullah.

Karena itu, menurut Dzul Jamal, nilai kejujuran dan amanah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW perlu ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda.

Selain kejujuran dan amanah, kehidupan Rasulullah SAW juga menunjukkan keteladanan dalam hal kesederhanaan. Meskipun memiliki kedudukan sebagai utusan Allah, Nabi Muhammad SAW tidak menjalani kehidupan dengan bermewah-mewahan.

Ustaz Drs. Dzul Jamal, bersama Ketua Yayasan Al Ihsan H.Muhammad Nuh, Kepala sekolah Mts Al Ihsan Zainal Falah dan Kepala Sekolah MI Al Ihsan M.Mahfudin

Kesederhanaan tersebut menjadi pelajaran penting agar umat Islam mampu mensyukuri nikmat Allah, menjaga diri dari sikap berlebihan, serta tetap peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Pesan tersebut juga sejalan dengan semangat pendidikan yang dikembangkan Yayasan Pendidikan Al-Ihsan.

Kepala MTs Al-Ihsan, Zainal Falah, S.Pd., turut mengingatkan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai bagian dari pembentukan karakter para peserta didik.

Menurut dia, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang memiliki akhlak, kepribadian dan kepedulian sosial.

Sementara itu, Kepala MI Al-Ihsan, M. Mahfudin, mengajak seluruh murid untuk terus mempelajari dan mengamalkan akhlak mulia yang dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap perilaku para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Keteladanan Nabi Muhammad SAW harus menjadi bagian dari kehidupan kita, terutama dalam bersikap jujur, sederhana, menjaga kebersihan, menghormati orang lain dan menyayangi sesama,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Al-Ihsan, H. Muhammad Nuh, juga menegaskan pentingnya menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat nilai keimanan dan ukhuwah di lingkungan pendidikan.

Ia berharap nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW dapat terus diterapkan oleh para siswa, guru, orang tua dan seluruh keluarga besar Yayasan Pendidikan Al-Ihsan.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Yayasan Pendidikan Al-Ihsan tidak hanya menjadi ajang mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter melalui keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Nilai kejujuran, amanah, kasih sayang, kebersihan, kesederhanaan dan persaudaraan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan keluarga besar Yayasan Pendidikan Al-Ihsan serta masyarakat di sekitarnya.