Kabarbetawi.id, Jakarta – Ibnu Chuldun mendorong penyusunan sekitar 500 cerita kampung Betawi sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus menginspirasi generasi muda. Gagasan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara buka puasa bersama Forum Jurnalis Betawi (FJB) di Saung Roesdiah, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Ibnu Chuldun menilai Forum Jurnalis Betawi memiliki peran penting sebagai ruang yang dapat menyatukan berbagai tokoh Betawi untuk merawat sekaligus mengembangkan warisan budaya.
Menurutnya, FJB dapat menjadi wadah yang kondusif bagi para tokoh dan generasi Betawi untuk bersama-sama menyusun serta mengemas berbagai kisah tentang kampung Betawi pada masa lalu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kita sebagai bagian dari masyarakat Betawi tentu merasa bangga. Forum Jurnalis Betawi ini bisa menyatukan visi untuk menyusun dan membangun bagaimana cerita-cerita Betawi itu dikemas dalam suasana yang kondusif, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Betawi,” ujar Ibnu Chuldun.
Ia menambahkan, upaya merangkum berbagai cerita Betawi bukan sekadar dokumentasi budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antargenerasi, baik para tokoh senior maupun generasi muda Betawi.
Ibnu menilai kesinambungan antara generasi tua yang memiliki pengalaman serta pengetahuan budaya dengan generasi muda sangat penting agar nilai-nilai budaya Betawi tetap terjaga.
“Supaya jangan sampai ‘mati obor’ antara para senior dengan generasi muda. Harus terus nyambung. Ini pekerjaan besar yang membutuhkan semangat kerja sama bersama,” katanya.
Ia optimistis rencana penyusunan sekitar 500 cerita kampung Betawi dapat terwujud apabila seluruh pihak terlibat dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi. Menurutnya, karya tersebut juga bisa menjadi bagian dari kontribusi masyarakat Betawi dalam menyambut lima abad Kota Jakarta.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan, 500 cerita kampung Betawi ini bisa kita wujudkan sebagai hadiah untuk lima abad Jakarta. Ini akan menjadi inspirasi bagi generasi muda Betawi ketika melihat para sesepuhnya sudah memikirkan bagaimana memajukan Betawi melalui karya,” ujar Ibnu.
Perjalanan Karier
Ibnu Chuldun sendiri dikenal sebagai birokrat yang memiliki pengalaman panjang di bidang hukum dan pemasyarakatan. Pria kelahiran Jakarta (Betawi), 28 Maret 1966 ini mengawali kariernya di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia setelah menempuh pendidikan sebagai taruna Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) angkatan 20 dan lulus pada 1987.
Seiring perjalanan kariernya, Ibnu dipercaya menduduki berbagai posisi penting di lingkungan kementerian tersebut. Pada 1995, ia mulai menjabat sebagai Kepala Subbagian Pengamanan Sekretariat Jenderal.
Selanjutnya, sejumlah jabatan strategis juga pernah diembannya, termasuk sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan di berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut membentuk rekam jejaknya dalam bidang pemasyarakatan dan manajemen aparatur.

Ibnu juga pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, yang bertanggung jawab dalam mengoordinasikan berbagai layanan hukum dan HAM di wilayah ibu kota.
Pada April 2024, ia kemudian mengemban amanah sebagai Staf Ahli Politik, Hukum, dan Keamanan (Polkam) di Kementerian Hukum dan HAM.
Kariernya terus berkembang ketika ia dipercaya menjadi Deputi Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia di Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) pada periode 2024–2025.
Kini, per Maret 2026, Ibnu Chuldun menjabat sebagai Asesor Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Ahli Utama di Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di berbagai posisi strategis tersebut, ia diharapkan mampu menjalankan peran barunya dalam memperkuat sistem pengembangan dan penilaian kompetensi aparatur negara, sekaligus terus memberikan kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.












