Kabarbetawi.id, Jakarta – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta Selatan tidak hanya diisi dengan ceramah keagamaan. Suasana penuh keceriaan juga terlihat dalam lomba mewarnai kaligrafi yang diikuti anak-anak di Gedung Amir Center, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Bidang Seni Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Selatan. Bidang tersebut dipimpin H. Amirullah atau yang akrab disapa Bang Haji Amink.
Sejak kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat antusias mengikuti lomba. Mereka menuangkan kreativitas melalui warna pada karya kaligrafi yang telah disiapkan panitia.
Selain menjadi ajang kreativitas, lomba tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kecintaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW kepada generasi sejak usia dini.
Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah jajaran MUI Jakarta Selatan, di antaranya Wakil Ketua Umum MUI Jakarta Selatan KH Dinul Huda dan KH A. Karim. Hadir pula sejumlah ketua bidang, seperti Dr. Sibro Malisi dari Bidang Kesehatan, Ustaz H. Teguh dari Bidang Ekonomi Umat, serta Dr. KH Azis Khafia dari Bidang Dakwah.
Sejumlah alim ulama dari wilayah Pesanggrahan dan sekitarnya juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Enam Pemenang Dapat Tropi hingga Voucher Kursus
Antusiasme peserta semakin terasa ketika pengumuman pemenang lomba dilakukan. Panitia menetapkan enam pemenang yang terdiri atas Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1, 2, dan 3.
Para pemenang tidak hanya mendapatkan tropi dan sertifikat. Panitia juga memberikan uang pembinaan, voucher kursus di BBC, serta kesempatan menginap selama satu malam di Villa Pertiwi, Puncak.

Hadiah tersebut diserahkan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan keberanian anak-anak dalam mengikuti kegiatan Semarak Maulid Nabi.
KH A. Karim selaku Wakil Ketua Umum MUI Jakarta Selatan yang membawahi Bidang Seni Budaya Islam turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang.
Azis Khafia Ungkap Tiga Tanda Cinta kepada Nabi
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan Dr. KH Azis Khafia, yang juga Ketua Bidang Dakwah MUI Jakarta Selatan.
Dalam tausiyahnya, Azis Khafia mengajak jamaah mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad SAW sebagai manusia teladan dengan keunggulan akhlak dan perilaku yang luar biasa.
Menurut dia, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Azis kemudian menyampaikan tiga hal yang dapat menjadi tanda kecintaan seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW.
“Setidaknya pulang acara Maulid ada tiga oleh-oleh yang ingin saya sampaikan, yakni tentang tanda-tanda cinta kepada Nabi,” kata Azis Khafia.
Pertama, memperbanyak menyebut nama Nabi Muhammad SAW dengan berselawat.
Kedua, memiliki kerinduan kepada Rasulullah SAW dan berharap dapat berjumpa dengannya.
“Yang ketiga, mengikuti sunah Nabi, meneladani akhlaknya,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan Azis Khafia kepada jamaah yang hadir dalam Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Ia berharap peringatan Maulid tidak hanya menghadirkan kegembiraan dan kebersamaan, tetapi juga membawa perubahan dalam kehidupan umat. Kecintaan kepada Rasulullah, kata dia, semestinya diwujudkan melalui selawat, kerinduan, serta keteladanan terhadap akhlak dan sunah Nabi.
Dengan memadukan kegiatan kreatif anak-anak dan penguatan nilai keagamaan bagi jamaah, Semarak Maulid Nabi MUI Jakarta Selatan menjadi ruang bersama untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat di wilayah Pesanggrahan.












