Seleksi Abang None Cilik 2026 Dimulai, 336 Peserta Perebutkan Tiket ke Grand Final di Ancol

Kabarbetawi.id, Jakarta — Seleksi Ajang Pemilihan Abang None (Abnon) Cilik 2026 resmi dimulai di Plaza Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026). Ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jakarta tampak antusias mengikuti tahapan awal ajang yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya Betawi sejak usia dini.

Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua Bidang Komunikasi Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), H. Yusron Sjarief, dan diawali dengan pembacaan doa oleh Yahya Andi Saputra. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan rebana biang, salah satu alat musik tradisional khas Betawi yang sarat makna budaya.

Setelah seremoni pembukaan, panitia langsung menggelar proses seleksi peserta yang terbagi dalam tiga kategori usia. Untuk kategori usia 5–8 tahun tercatat sebanyak 150 peserta, kategori usia 9–12 tahun sebanyak 129 peserta, dan kategori usia 13–16 tahun sebanyak 57 peserta. Dengan demikian, total peserta yang mengikuti seleksi tahun ini mencapai 336 anak.

Dari tahapan awal tersebut, panitia akan memilih masing-masing 25 Abang Cilik dan 25 None Cilik dari setiap kategori usia. Artinya, sebanyak 150 finalis akan melaju ke tahap berikutnya yang akan berlangsung di Ancol pada 27–28 Juni 2026.

Di tahap lanjutan itu, para finalis akan kembali menjalani serangkaian penilaian oleh dewan juri hingga terpilih para juara dari masing-masing kelompok usia.

Dalam sambutannya, Ketua Bidang Komunikasi Lembaga Kebudayaan Betawi, H. Yusron Sjarief, menegaskan bahwa ajang Abang None Cilik bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

“Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, anak-anak sangat mudah menerima berbagai pengaruh budaya asing. Tidak semuanya sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai budaya bangsa kita, bahkan ada yang bertentangan. Karena itu, pengenalan budaya sejak dini menjadi sangat penting,” ujar Yusron.

Menurutnya, budaya Betawi sebagai bagian dari budaya nasional memiliki nilai-nilai luhur yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Melalui ajang Pemilihan Abang None Cilik ini, Lembaga Kebudayaan Betawi mengajak masyarakat bukan hanya melestarikan dan memperkenalkan budaya, tetapi juga menanamkannya dalam kehidupan anak-anak. Dengan begitu, kita ikut membentuk karakter generasi masa depan yang memiliki fondasi budaya bangsa Indonesia yang kuat,” katanya.

Sementara itu, proses penilaian dilakukan oleh empat dewan juri yang merupakan finalis Abang None tahun 2025–2026, yakni Ferdeo, Salman Ali Farabi, Eske Masayu Ineejeane Vantia, dan Restu Maulida Hasanah, di bawah koordinasi Ahmad Faisal Ridwan.

Ahmad Faisal Ridwan menjelaskan, dewan juri menerapkan empat aspek utama dalam penilaian peserta, yakni penampilan dan tata busana, keberanian serta ekspresi di atas panggung, pengetahuan dasar budaya Betawi, dan kejelasan artikulasi.

“Kami menilai peserta berdasarkan empat aspek utama, yaitu penampilan dan tata busana, keberanian serta ekspresi panggung, pengetahuan dasar budaya Betawi, dan kejelasan artikulasi saat berbicara,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, ajang ini tidak hanya mencari peserta yang tampil menarik, tetapi juga anak-anak yang memiliki pemahaman budaya dan kemampuan komunikasi yang baik.

“Kami ingin melihat potensi generasi muda yang kelak dapat menjadi wajah budaya Betawi di masa depan. Karena itu, keberanian dan kemampuan menyampaikan gagasan menjadi aspek yang sangat penting,” katanya.

Di sela-sela proses seleksi, perhatian pengunjung dan dewan juri sempat tertuju pada salah satu peserta kategori usia 5–8 tahun bernama Shazana Almahyra Kurniawan atau yang akrab disapa Nana. Putri pasangan Nurul Buana Dewi dan Yefi Kurniawan asal Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu tampil percaya diri, lincah, dan komunikatif saat sesi wawancara dengan dewan juri.

Sang ibu, Nurul Buana Dewi, mengungkapkan bahwa bakat Nana sudah terlihat sejak usia dini. Menurutnya, putrinya telah terbiasa mengikuti berbagai perlombaan sejak berusia empat tahun.

“Sejak usia empat tahun Nana sudah sering mengikuti berbagai lomba seperti fashion show, mewarnai, dan kegiatan lainnya. Alhamdulillah, hampir setiap mengikuti perlombaan selalu mendapatkan hasil yang membanggakan. Dari situ kami melihat bahwa dia memang memiliki minat dan keberanian untuk tampil di depan umum,” ujar Nurul kepada Kabarbetawi.id.

Untuk mengikuti ajang Abang None Cilik, keluarga juga melakukan berbagai persiapan, termasuk memberikan pemahaman mengenai budaya Betawi yang menjadi salah satu materi penilaian.

“Kami berusaha membekali Nana dengan pengetahuan tentang budaya Betawi, mulai dari pakaian adat, tradisi, hingga hal-hal dasar yang perlu diketahui peserta. Sebelum lomba, kami juga mengikuti pembekalan agar saat tampil anak sudah benar-benar siap,” katanya.

Tahun ini Nana akan memulai pendidikan di SDIT Al Mukmin Kelapa Gading. Sebagai orang tua, Nurul mengaku selalu berupaya mendukung potensi yang dimiliki putrinya.

“Kami melihat Nana memang suka berbicara, berinteraksi dengan banyak orang, dan tampil di atas panggung. Sebagai orang tua, tentu kami ingin mendukung minat dan bakat yang dimilikinya agar berkembang ke arah yang positif,” tuturnya.

Nurul menilai ajang Abang None Cilik merupakan wadah yang tepat untuk mengembangkan kepercayaan diri anak sekaligus mengenalkan budaya Betawi kepada generasi muda.

“Ajang ini sangat prestisius dan hanya diadakan setahun sekali. Karena itu kami sangat antusias mengikutsertakan Nana. Selain melatih keberanian, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak untuk mengenal dan mencintai budaya Betawi,” ujarnya.

Ia menambahkan, informasi mengenai seleksi Abang None Cilik diperoleh dari media sosial. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan keluarga untuk mendaftarkan Nana mengikuti kompetisi.

Sebelumnya Nana baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Abang None Cilik kategori usia 5–9 tahun tingkat Kota Jakarta Barat, yang dilaksanakan pada hari Minggu (14/6/2026). Trofi kemenangan tersebut diserahkan langsung oleh Walikot Administrasi Jakarta Barat, Iin Mutmainah.

Ajang Pemilihan Abang None Cilik 2026 menjadi bagian dari rangkaian Jakalcer Fest yang digelar di kawasan Ancol dalam rangka memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus HUT ke-50 Lembaga Kebudayaan Betawi.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Plaza Kalibata, Forum Jurnalis Betawi, Jakarta Creative, serta Bens Radio.

Melalui ajang ini, Lembaga Kebudayaan Betawi berharap lahir generasi muda yang percaya diri, kreatif, inspiratif, serta memiliki pemahaman dan kecintaan yang kuat terhadap budaya Betawi di tengah pesatnya arus modernisasi. Antusiasme ratusan peserta pada seleksi perdana menjadi bukti bahwa upaya pelestarian budaya Betawi terus mendapat dukungan luas dari masyarakat Jakarta.