Melukis Wajah Jakarta Masa Depan: Kota Global yang Berkeadilan

oleh: Fahira Idris, anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta

 

KabarBetawi.id, Jakarta – Bagi saya, Jakarta bukan sekadar kota. Jakarta adalah ruang kehidupan yang membentuk perjalanan banyak orang, termasuk perjalanan hidup saya sendiri. Kota ini adalah tempat bertemunya mimpi, kerja keras, keberagaman, dan harapan dari jutaan manusia, yang datang dengan latar belakang berbeda, tapi memiliki satu tujuan sama: mencari kehidupan lebih baik.

Itulah sebabnya, ketika Jakarta memasuki momentum menuju usia lima abad, pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya bukan hanya tentang seberapa maju kota ini nantinya, tapi seperti apa Jakarta yang ingin kita wariskan kepada generasi mendatang.

Bagi saya, jawabannya sederhana, namun mendasar, yaitu Jakarta masa depan harus menjadi kota global yang berkeadilan. Kota yang maju secara ekonomi, modern secara infrastruktur, kuat dalam daya saing global, tapi pada saat sama tetap memastikan bahwa setiap warganya memiliki tempat yang layak untuk hidup, tumbuh, dan bermimpi.

Jakarta hari ini berada pada sebuah titik penting dalam sejarahnya. Perpindahan ibu kota negara ke Nusantara, membawa Jakarta memasuki fase baru: bukan lagi sebagai pusat pemerintahan nasional, tapi sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan pertemuan gagasan yang semakin terbuka dengan dunia.

Perubahan ini bagi saya bukan kehilangan peran, melainkan kesempatan besar untuk melakukan transformasi lebih strategis. Banyak kota besar di dunia tidak lagi menjadi ibu kota negara, tapi tetap menjadi jantung ekonomi dan peradaban bangsanya.

New York di Amerika Serikat atau Sydney di Australia, adalah contoh sebuah kota dapat berkembang menjadi pusat ekonomi global tanpa harus menyandang status ibu kota politik, dan Jakarta memiliki semua modal untuk mengikuti jejak itu.

Memiliki populasi besar, aktivitas ekonomi dinamis, jaringan transportasi terus berkembang, serta ekosistem bisnis dan inovasi yang semakin kuat, Jakarta memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat ekonomi paling penting di kawasan Asia.

Namun, bagi saya, menjadi kota global tidak cukup hanya dengan membangun gedung pencakar langit atau menarik investasi besar. Kota global sesungguhnya adalah kota yang mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh warganya.

 

Kota Global Berpihak pada Warga

Ketika kita berbicara tentang Jakarta masa depan, kita harus memastikan bahwa pembangunan kota ini tidak hanya dinikmati sebagian orang. Jakarta adalah rumah bagi jutaan manusia dengan latar belakang sangat beragam.

Ada pekerja kantoran di pusat bisnis, pedagang kecil di pasar tradisional, pelaku UMKM di kampung-kampung kota, pekerja kreatif di ruang-ruang kolaborasi, hingga para pekerja sektor informal yang setiap hari berjuang mempertahankan kehidupan. Semua mereka adalah bagian dari Jakarta.

Karena itu, konsep kota global yang saya bayangkan bukanlah kota yang hanya indah dilihat dari atas gedung tinggi, tapi kota yang adil dari tingkat jalanan hingga pusat bisnisnya. Keadilan itu harus tercermin dalam berbagai aspek kehidupan kota.

Pertama, keadilan ruang. Setiap warga harus memiliki akses terhadap hunian layak, lingkungan sehat, serta ruang publik yang nyaman untuk berinteraksi.

Kedua, keadilan mobilitas. Transportasi publik yang terintegrasi harus memastikan semua orang dapat bergerak dengan mudah, aman, dan terjangkau tanpa harus terjebak dalam kemacetan atau ketimpangan akses.

Ketiga, keadilan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Jakarta harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya bagi kelompok tertentu.

Keempat, keadilan lingkungan. Kota ini harus mampu menghadirkan udara lebih bersih, ruang hijau memadai, dan sistem pengelolaan air yang mampu melindungi warga dari ancaman banjir dan dampak perubahan iklim. Tanpa keadilan di bidang-bidang ini, kemajuan Jakarta akan terasa timpang.

Monumen Nasional di Jakarta (foto: Ist).

Jakarta Pusat Ekonomi dan Inovasi

Di masa depan, saya membayangkan Jakarta berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif, teknologi, dan inovasi di Asia Tenggara. Generasi muda Jakarta hari ini yakni Generasi Z dan Generasi Alpha, tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Mereka adalah generasi digital yang terbiasa dengan teknologi, konektivitas global, dan kecepatan perubahan. Karena itu, Jakarta harus menyediakan ekosistem yang memungkinkan mereka berkembang. Kota ini perlu menjadi rumah bagi inovasi, yaitu tempat lahirnya startup teknologi, ruang berkembangnya industri kreatif, serta pusat kolaborasi antara universitas, dunia usaha, dan komunitas kreatif.

Saya percaya bahwa masa depan ekonomi kota-kota besar akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka membangun ekosistem inovasi dan Jakarta memiliki potensi besar untuk itu.

Jumlah talenta muda yang besar, pasar luas, serta konektivitas internasional yang kuat, menjadi modal penting Jakarta untuk berkembang menjadi salah satu pusat kreativitas dan teknologi di Asia.

Namun sekali lagi, pertumbuhan ekonomi ini harus tetap berpijak pada prinsip keadilan. UMKM yang jumlahnya sangat besar di Jakarta harus tetap menjadi bagian dari transformasi ekonomi ini. Mereka harus diberi akses terhadap teknologi, pembiayaan, dan pasar agar dapat naik kelas dan bersaing di era ekonomi digital.

 

Kota Ramah Lingkungan dan Berketahanan

Masa depan Jakarta juga sangat bergantung pada kemampuannya menghadapi tantangan lingkungan. Sebagai kota pesisir besar, Jakarta menghadapi berbagai tantangan serius, seperti banjir, penurunan muka tanah, dan dampak perubahan iklim.

Oleh karena itu, pembangunan kota harus semakin mengedepankan pendekatan berkelanjutan. Kita membutuhkan sistem pengelolaan air lebih terpadu, pembangunan ruang terbuka hijau  lebih luas, dan kebijakan pengendalian air tanah lebih ketat.

Selain itu, transformasi transportasi menuju sistem lebih ramah lingkungan juga sangat penting. Jakarta mulai menunjukkan kemajuan melalui pengembangan MRT, LRT, Transjakarta, dan berbagai upaya integrasi transportasi publik.

Ke depan, sistem transportasi ini harus makin diperluas dan diperkuat, agar masyarakat makin memilih transportasi publik dibanding kendaraan pribadi. Langkah ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tapi juga meningkatkan kualitas udara kota.

Jakarta Kota Kebudayaan

Sebagai kota yang berdiri hampir lima abad, Jakarta memiliki warisan sejarah dan budaya sangat kaya. Budaya Betawi sebagai identitas utama kota ini harus terus dirawat dan dikembangkan.

Di tengah modernisasi dan globalisasi, identitas budaya justru menjadi kekuatan penting bagi kota-kota besar dunia. Kita  melihat bagaimana kota seperti Tokyo, Seoul, atau Barcelona mampu memadukan kemajuan modern dengan identitas budaya lokal yang kuat. Jakarta juga harus mampu melakukan hal serupa.

Budaya Betawi tidak boleh hanya hadir di festival atau acara seremonial, tapi harus menjadi bagian hidup kota ini. Mulai dari dalam arsitektur, ruang publik, seni pertunjukan, kuliner, hingga kehidupan sosial masyarakatnya. Dengan cara itu, Jakarta tidak hanya menjadi kota modern, tapi juga kota yang memiliki karakter kuat.

Festival Bandeng Rawa Belong 2025 di Jalan Sulaiman, Jakarta Barat.

Melukis Wajah Jakarta

Pada akhirnya, kekuatan terbesar Jakarta selalu terletak pada manusianya. Jakarta adalah kota yang dibangun oleh jutaan orang dengan mimpi berbeda-beda. Ada yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mencari pekerjaan, ada yang membangun usaha kecil dari nol, ada yang mengejar pendidikan, dan ada pula yang ingin berkontribusi bagi masyarakat.

Keberagaman inilah yang membuat Jakarta hidup. Melalui keberagaman itu pula, lahir nilai sangat penting: kebersamaan. Nilai inilah yang menurut saya harus terus dijaga dalam perjalanan Jakarta menuju masa depan.

Saat ini dan ke depan menjadi momentum penting untuk kita semua melukis wajah Jakarta masa depan menjadi sebuah kota yang tidak hanya modern, maju, dan berdaya saing global, tapi juga tetap berpijak pada nilai kebersamaan yang sejak lama menjadi jiwanya.

Jakarta yang kita bayangkan adalah kota yang membuka kesempatan bagi siapa pun untuk tumbuh, bekerja, berkarya, dan bermimpi tanpa merasa terpinggirkan. Kota yang memberi ruang bagi inovasi generasi muda, menjaga kelestarian budaya, merawat lingkungan, serta memastikan setiap warganya merasakan manfaat dari kemajuan yang dicapai.

Jika kebersamaan tetap kita jaga dan keadilan terus kita jadikan arah pembangunan, saya percaya Jakarta tidak hanya akan bertahan hingga usia lima abad, tetapi akan terus hidup sebagai kota harapan, kota global yang berkeadilan bagi semua.