Lurah Cikoko Ingin Kawasan Ciliwung Jadi Destinasi Eco Edu Wisata Air, Dikelola Bersama Komunitas MAT PECI

Kabarbetawi.id, Jakarta — Kawasan Sungai Ciliwung di Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai kawasan bantaran sungai, tetapi berkembang menjadi destinasi eco edu wisata air yang menggabungkan wisata, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Lurah Cikoko, H. Zaini Hamdan, yang melihat potensi besar kawasan Ciliwung sebagai ruang wisata berbasis lingkungan bagi warga Jakarta.

Menurut Zaini, konsep yang ingin dikembangkan bukan sekadar wisata menyusuri sungai, melainkan pengalaman belajar tentang ekosistem secara menyeluruh. Pengunjung nantinya dapat menikmati susur sungai menggunakan perahu, menanam pohon, mempelajari pengelolaan sampah dan kompos, hingga melihat praktik pertanian dan peternakan terpadu yang ramah lingkungan.

Lurah Cikoko, H Zaini Hamdan, saat menerima bibit tanaman buah langka dikawasan eduwisata Ciliwung 

“Kami ingin kawasan ini menjadi destinasi wisata air. Kalau orang ingin menikmati wisata sungai, tidak harus jauh-jauh ke daerah lain. Warga Jakarta juga bisa datang ke sini untuk menikmati suasana sungai sekaligus belajar tentang lingkungan,” ujarnya, saat berbincang dengan kabarbetawi.id, Rabu (24/6/2026)

Ia mencontohkan, selama ini masyarakat mengenal kawasan Sungai Citarik di Sukabumi sebagai destinasi wisata air. Ke depan, kawasan Ciliwung di Cikoko diharapkan memiliki daya tarik tersendiri dengan konsep yang berbeda, yakni wisata edukasi berbasis pelestarian lingkungan.

Dalam konsep tersebut, pengunjung tidak hanya diajak menyusuri sungai, tetapi juga memahami keterkaitan berbagai ekosistem. Mulai dari pemanfaatan kompos, pengelolaan limbah organik menggunakan maggot, peternakan kambing yang hasil kotorannya diolah menjadi pupuk, hingga pemanfaatannya untuk mendukung budidaya ikan dan penghijauan kawasan.

Tim Mat Peci sedang mencoba mengembangkan eduwisata air 

“Jadi pengunjung datang bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang bagaimana lingkungan itu saling terhubung dan bisa dikelola secara berkelanjutan,” kata Zaini.

Saat ini, fasilitas pendukung wisata air mulai tersedia. Pengelola telah memiliki beberapa perahu yang dapat digunakan untuk kegiatan susur sungai, baik dengan mesin maupun menggunakan dayung sebagai alternatif olahraga air.

Namun, pengembangan wisata tersebut masih menghadapi tantangan, terutama kondisi debit air Sungai Ciliwung yang sangat bergantung pada musim.

“Kalau debit air sedang turun seperti sekarang, perahu bermesin sulit digunakan. Kalau memakai dayung masih memungkinkan, tetapi tentu tidak semua pengunjung menginginkan itu. Jadi kondisi air masih menjadi tantangan utama,” jelasnya.

Meski demikian, Zaini optimistis kawasan tersebut memiliki prospek besar sebagai salah satu destinasi wisata berbasis lingkungan di Jakarta. Selain menawarkan aktivitas rekreasi, kawasan ini juga dinilai mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai semakin meningkat seiring berbagai kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa sungai adalah bagian dari kehidupan kita, masa depan kita, dan masa depan anak cucu kita. Kalau sungainya bersih, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri,” ujarnya.

Pengembangan kawasan eco edu wisata air tersebut tidak lepas dari peran MAT PECI, komunitas sosial dan lingkungan yang lahir dari kepedulian warga terhadap kondisi Sungai Ciliwung dan pelestarian lingkungan.

Komunitas yang digerakkan oleh masyarakat ini secara konsisten melakukan berbagai kegiatan, mulai dari pelestarian sungai, penghijauan, pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat di kawasan bantaran Ciliwung. Melalui gerakan tersebut, MAT PECI berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga ekosistem sungai merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah.

Pengembangan kawasan eco edu wisata air tersebut nantinya tidak lepas dari peran MAT PECI,

Kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Cikoko dan MAT PECI diharapkan mampu mewujudkan kawasan Ciliwung sebagai destinasi eco edu wisata yang tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga pusat pembelajaran lingkungan dan contoh pengelolaan kawasan sungai berbasis partisipasi masyarakat di Jakarta.