Kabarbetawi.id, Jakarta – Kampung Silat Rawa Belong resmi memulai Program Pengabdian kepada Masyarakat dan Edukasi Kampung Sadar Wisata (Darwis) hasil kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung. Program yang dibuka di Aula Kantor Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Jumat (10/7/2026), menjadi langkah awal memperkuat Rawa Belong sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya Betawi.
Dengan mengusung tema “Pelestarian Bahasa Betawi, Usaha Homestay, Pelayanan Prima dan Hospitality serta Pengembangan Usaha Pariwisata di Kampung Rawa Belong.” Masyarakat mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan kampung wisata, peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan, hingga pengembangan ekonomi kreatif yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.

Acara dibuka oleh Ketua Umum Kampung Silat Rawa Belong, H. Amran, didampingi Sekretaris Kampung Silat Rawa Belong Robi Indra, S.Sos., S.Pd. Turut hadir Sekretaris Kelurahan Sukabumi Utara Andri Maulana, perwakilan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat, Gun Gun Mujiantara, serta sejumlah tokoh seni dan budaya Betawi, diantaranya H.Khotib, ketua Yayasan Sipitung, H.Bahtiar, Sanggar Sipitung, Babe Mar’ali, Cingkrik Kigoning, Mpo Inung Nurjanah, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Sekretaris Kelurahan Sukabumi Utara, Andri Maulana, mengapresiasi Poltekpar NHI Bandung yang memilih Kampung Silat Rawa Belong sebagai lokasi pengabdian masyarakat. Menurutnya, membangun sebuah kampung menjadi destinasi wisata tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses dan kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen yang sudah jauh-jauh datang dari Bandung dan memilih Kampung Silat Rawa Belong sebagai lokasi pengabdian masyarakat. Untuk mengubah dan mengembangkan kampung ini tentu harus dilakukan secara pelan-pelan. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Andri.
Sementara itu, Ketua Kampung Silat Rawa Belong, H. Amran, menegaskan kawasan Rawa Belong memiliki tiga kekuatan utama yang menjadi identitasnya, yakni sebagai pusat pendidikan agama, pusat pencak silat tradisi Betawi, dan sentra perdagangan bunga hias terbesar di Jakarta, bahkan Asean.
Menurut Amran, aliran silat Cingkrik yang berkembang di Rawa Belong merupakan warisan budaya yang masih terus dilestarikan masyarakat. Ia berharap program pengabdian ini dapat semakin memperkenalkan potensi tersebut sekaligus mendorong lahirnya Kampung Sadar Wisata berbasis budaya.
“Rawa Belong memiliki potensi besar. Selain dikenal sebagai pusat ulama dan sentra bunga hias, kami juga memiliki warisan pencak silat tradisi dengan ciri khas aliran Cingkrik. Mudah-mudahan melalui kolaborasi ini potensi tersebut semakin dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Dosen Poltekpar NHI Bandung, Dr. Acep Unang Rahayu, M.Ed., menjelaskan pemilihan Kampung Silat Rawa Belong didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan kawasan ini masih mempertahankan kehidupan budaya Betawi secara autentik.

Menurutnya, dibandingkan beberapa kawasan budaya lain di Jakarta, masyarakat Rawa Belong masih menjalankan tradisi dan nilai-nilai budaya Betawi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu menjadi modal penting untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat.
Acep juga menyoroti pentingnya pelestarian bahasa Betawi sebagai bagian dari identitas Jakarta. Menurut dia, bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan jati diri dan karakter suatu masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
“Kami melihat Rawa Belong masih memiliki karakter masyarakat Betawi yang kuat. Ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai kampung wisata budaya. Di sisi lain, bahasa Betawi juga harus terus dilestarikan karena menjadi bagian dari identitas budaya Jakarta,” ujar Acep.
Program pengabdian ini turut melibatkan dosen Poltekpar NHI Bandung lainnya, yakni Dr. Cecep Ucu Rakman dan Asdiansyah Saputra, ST.Par., M.Par. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Kampung Silat Rawa Belong diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mampu menjaga warisan Betawi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor pariwisata.












