Tutup MTQ Piala Gubernur DKI 2026, Pramono Anung Sebut Talenta Qur’ani Bermunculan dari Seluruh Jakarta

Kabarbetawi.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 tingkat provinsi sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang di Balai Kota Jakarta.

Penyelenggaraan MTQ tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya seleksi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten administrasi hingga tingkat provinsi.

Pola tersebut dinilai berhasil memperluas ruang pembinaan sekaligus membuka peluang munculnya qari, qariah, hafiz, dan hafizah dari berbagai wilayah Jakarta.

Gubernur Pramono Anung sesi foto bersama

Pramono mengatakan, perubahan pola pelaksanaan MTQ membuat antusiasme masyarakat meningkat. Bahkan, sejumlah talenta baru bermunculan dari tingkat akar rumput.

“Saya adalah orang yang paling bergembira dengan pelaksanaan MTQ ini. Dulu MTQ langsung di tingkat provinsi. Saya mengusulkan agar dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, baru provinsi. Inilah yang membuat MTQ di Jakarta begitu bergemuruh. Yang dulu adem ayem, sekarang muncul bakat-bakat yang luar biasa,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, MTQ tidak semata-mata menjadi kompetisi untuk mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus sarana membangun karakter generasi muda agar semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran.

“Mudah-mudahan ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari syiar agama yang kita cintai bersama,” katanya.

Para walikota Jakarta yang turut hadir dalam penutupan acara MTQ Piala Gubernur DKI

Jakarta Selatan Juara Umum

MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 mempertandingkan 28 cabang untuk kategori putra dan putri. Dari seluruh rangkaian perlombaan tersebut, Kota Administrasi Jakarta Selatan berhasil keluar sebagai juara umum.

Salah satu peserta yang turut mengantarkan Jakarta Selatan meraih prestasi adalah Syamsuri Firdaus. Ia berhasil menjadi juara pertama cabang Qira’at Sab’ah Mujawwad Dewasa.

Syamsuri mengatakan, keberhasilannya tidak terlepas dari pembinaan intensif yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menjelang MTQ tingkat provinsi.

“Pembinaan dilakukan secara rutin selama dua minggu sehingga persiapan kami benar-benar matang dan peserta bisa memberikan penampilan terbaik,” ujar Syamsuri.

Gubernur Pramono saat menyerahkan piala kepada salah satu juara MTQ Piala Gubernur DKI

Ia mengaku tidak menyangka dapat menjadi juara karena persaingan antarpeserta dari seluruh wilayah Jakarta cukup ketat.

Syamsuri berharap format MTQ secara berjenjang terus dipertahankan. Menurut dia, pola tersebut dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan kemampuan membaca serta memahami Al-Quran.

LPTQ Siapkan Kader untuk MTQ Nasional

Ketua Umum LPTQ Provinsi DKI Jakarta K.H. Muhamad Ali HM mengatakan, MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 telah menghasilkan sejumlah kader potensial dan berkualitas dari berbagai cabang dan golongan.

Para peserta yang memiliki potensi akan mendapatkan pembinaan lanjutan secara intensif melalui program Training Centre (TC) Duta. Pembinaan tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat nasional.

“Kader-kader tersebut selanjutnya akan dibina secara intensif melalui pembinaan Training Centre (TC) Duta, sehingga benar-benar siap, baik secara fisik maupun mental, untuk menjadi Duta Provinsi DKI Jakarta pada event MTQ XXXII Tingkat Nasional Tahun 2027,” ujar Muhamad Ali.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, para wali kota dan bupati administrasi, Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, perangkat daerah, dewan hakim, peserta, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan MTQ.

Muhamad Ali berharap rangkaian pembinaan tersebut tidak berhenti setelah kompetisi selesai, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat generasi Qurani di Jakarta.

Siapkan 1.000 Al-Quran untuk Sambut 500 Tahun Jakarta

Selain berbicara mengenai MTQ, Pramono juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut usia 500 tahun Jakarta melalui pencetakan 1.000 Al-Quran edisi khusus.

Sebanyak 500 mushaf akan diperuntukkan bagi warga yang telah terbiasa mengkhatamkan Al-Quran, sementara 500 lainnya disiapkan bagi masyarakat yang belum pernah mengkhatamkannya.

Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan dan warga yang selama ini terpinggirkan, untuk lebih dekat dengan Al-Quran.

“Saya ingin warga yang selama ini terpencilkan, terpinggirkan, dan termarginalkan memiliki kesempatan mengkhatamkan Al-Quran. Program ini kami siapkan sebagai hadiah sekaligus kenang-kenangan untuk menyambut 500 tahun Jakarta,” kata Pramono.

Komitmen membangun generasi Qurani juga diarahkan melalui pengembangan Kampung Quran di Rusunawa Penjaringan serta perluasan akses pendidikan melalui sejumlah program pemerintah daerah.

Dengan format MTQ yang kini dimulai dari tingkat paling bawah, Pemprov DKI Jakarta berharap pembinaan tidak hanya melahirkan juara untuk kompetisi, tetapi juga memperluas basis generasi muda yang dekat dengan Al-Quran.

Bagi para juara, perjuangan pun belum selesai. Setelah menjadi yang terbaik di Jakarta, mereka akan menjalani pembinaan lebih lanjut untuk dipersiapkan membawa nama Ibu Kota di panggung MTQ tingkat nasional.