Melanjutkan Rencana Beasiswa Khusus Anak Betawi di Program LPDP Jakarta

KabarBetawi.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali memberi harapan besar kepada masyarakat Betawi. Kali ini soal peningkatan sumber daya manusia masyarakat Betawi melalui sektor pendidikan, dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak Betawi secara khusus melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta baik untuk S1 maupun S3.

Saat menghadiri Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Sabtu (11/4), Gubernur Pramono alias Bang Anung mengatakan dengan jelas Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan kuota bagi anak-anak Betawi di program beasiswa LPDP Jakarta tahun ini.

“Dari 100 mahasiswa yang akan dikirim belajar di luar negeri dengan beasiswa LPDP Jakarta, ada kuota khusus bagi anak-anak Betawi yang pintar,” jelasnya.

Azis Khafia, tokoh muda Betawi, berpendapat inisiasi ini bagus dan sebagai wujud kearifan lokal (local wisdom) terhadap masyarakat inti kota Jakarta, sekaligus affirmative action untuk masyarakat Betawi.

“Hal ini memang bagian dari amanah Undang-Undang Nomor 2/2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Pemerintah Daerah khusus Jakarta sudah memiliki lembaga yang menangani beasiswa, yakni Yayasan Beasiswa Jakarta (YBSJ), yang telah lama menangani dan membantu siswa dan mahasiswa Jakarta secara umum, terutama yang memiliki KTP Jakarta. Kini, gagasan Gubernur Pramono memberikan beasiswa kepada masyarakat Betawi tentunya dapat melalui jalur tersebut,” ujar Azis pada KabarBetawi.id, Selasa (14/4).

Namun, lanjut Bang Azis, yang tidak kalah penting adalah sekolah kedinasan yang setiap tahun mengirimkan siswa dari masing-masing provinsi. Peluang ini pun harus disorot dan direkomendasikan untuk putra dan putri Betawi, misalnya pengiriman putra dan putri untuk sekolah di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Setiap tahun harus menyertakan putra dan putri Betawi pula. Begitupun sekolah kedinasan lainnya baik sipil, kepolisian maupun TNI.

Menurutnya, semangat Pramono harus didukung dengan kesiapan internal kaum Betawi, agar semangat tersebut bukan sekadar janji manis dan temporer. Maka itu, kaum Betawi harus memiliki institusi yang fokus menangani hal tersebut.

“Majelis Kaum Betawi (MKB) sebagai wadah sentral kaum Betawi harus berbenah dan bergerak lebih cepat, yakni melengkapi strukturnya dengan orang-orang yang memiliki kompetensi kelimuan dan memahami adat-istiadat serta nilai Kebetawian,” kata Bang Azis, yang selain aktif di MKB, juga penggerak di Kaukus Muda Betawi.

Gubernur Pramono di Lebaran Betawi 2026 juga menyatakan pemprov segera merenovasi Museem Muhammad Husni Thamrin (MHT) di Jalan Kenari, Jakpus, karena dananya sudah disediakan.

“Saya ingin Museum MHT jadi destinasi wajib setiap kunjungan study tour para siswa di Jakarta. Saya akan minta Dinas pendidikan untuk itu,” katanya.