Kabarbetawi.id, BOGOR — Komunitas Ondel-Ondel Jakarta (KOODJA) turut meramaikan Kirab Budaya “Nitis Wanci Batu Tulis” yang digelar di Kota Bogor, Jumat (8/5/2026) malam.
Kehadiran komunitas seni khas Betawi itu menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat yang memadati jalur kirab dari Museum Padjadjaran hingga Lawang Suryakencana.
Dalam kegiatan tersebut, KOODJA tampil membawa tiga pasang ondel-ondel berukuran besar yang dikawal sekitar 20 anggota kru.
Penampilan ikon budaya Betawi itu sukses menyedot antusiasme ribuan warga yang menyaksikan langsung prosesi budaya sepanjang rute kirab.
Partisipasi KOODJA dinilai tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya antardaerah melalui pelestarian seni tradisional Nusantara.
Kirab “Nitis Wanci Batu Tulis” sendiri digelar sebagai bentuk pelestarian nilai sejarah dan identitas budaya Bogor, khususnya yang berkaitan dengan kawasan Prasasti Batu Tulis dan jejak Kerajaan Sunda.
Acara tersebut juga menghadirkan berbagai komunitas seni dari sejumlah daerah di Indonesia.
Selain ondel-ondel Betawi, kirab turut diramaikan Rampak Bedug asal Banten, kesenian Kenthongan, Calung, hingga Seni Umbul dan Kuda Lumping dari Jawa Tengah.
Kolaborasi lintas daerah itu menghadirkan suasana budaya yang semarak sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Nusantara.
Ketua KOODJA, Bang Haji Yogie, mengatakan keterlibatan komunitasnya dalam kirab budaya tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkenalkan identitas budaya Betawi ke berbagai daerah.
“Kehadiran ondel-ondel di Kirab Nitis Wanci Batu Tulis ini merupakan wujud nyata diplomasi budaya yang kami bangun sejak KOODJA didirikan. Bagi kami, ondel-ondel bukan sekadar ikon hiburan, melainkan representasi identitas Betawi yang harus dijaga martabat dan kualitas pertunjukannya,” ujar Yogie.

Ia menegaskan, kolaborasi dengan komunitas seni dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa tradisi dapat tetap relevan di tengah perkembangan zaman apabila dikelola secara profesional.
“Melalui kolaborasi dengan komunitas seni dari berbagai daerah, kami membuktikan bahwa tradisi dapat dikelola secara profesional, tetap relevan, dan menjadi jembatan persaudaraan antarkota.
Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor yang telah membuka ruang bagi kearifan lokal untuk terus hidup dan dinikmati oleh generasi muda,” katanya.
Kehadiran KOODJA bersama peserta kirab lainnya mendapat apresiasi positif dari masyarakat maupun pemerintah daerah. Penyelenggaraan acara yang berlangsung tertib dan meriah dinilai menjadi contoh sinergi komunitas budaya dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional di tengah modernisasi perkotaan.
Ke depan, kolaborasi budaya lintas daerah seperti ini diharapkan terus digelar guna memperkuat pariwisata budaya sekaligus memastikan warisan tradisi Nusantara tetap hidup dan dekat dengan generasi muda. (Davi)












