Kabarbetawi.id, Jakarta – Biro Pendidikan dan Keterampilan (Birpendik) Masjid Al Ma’mur, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, membuka program pencak silat untuk anak-anak hingga remaja. Program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda agar terhindar dari aktivitas negatif.
Kegiatan grand opening digelar pada Minggu (3/5/2026) sore di Aula Masjid Al Ma’mur. Acara tersebut dihadiri Lurah Kapuk, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, pengurus RW, hingga Karang Taruna.

Lurah Kapuk, M. Arief Budiman, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut, pertunjukan pencak silat yang ditampilkan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Baru saja kita menyaksikan pertunjukan dalam rangka pembukaan pencak silat di RW 03. Tadi pertunjukannya sangat bagus dan banyak anak-anak serta masyarakat yang mengapresiasi kegiatan ini,” kata Arief.
Menurutnya, pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembinaan mental, spiritual, dan pelestarian budaya.

“Tujuannya untuk membina generasi muda supaya tidak lagi terjerumus pada kegiatan yang tidak positif. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka bisa lebih terarah,” ujarnya.
Ia menambahkan, lokasi latihan yang berada di lingkungan masjid turut mendorong peserta untuk tetap menjalankan ibadah.
“Kalau waktu salat, mereka juga melaksanakan salat. Ini bagian dari pembinaan akhlak,” imbuhnya.
Pemerintah kelurahan, lanjut Arief, mendukung penuh kegiatan tersebut dengan menyediakan fasilitas.
“Kelurahan mensupport dengan memfasilitasi tempat. Silakan dipergunakan untuk kegiatan positif,” katanya.
Ketua Karang Taruna RW 003 Kapuk, Sofyan Hadi, menilai kegiatan ini menjadi solusi atas minimnya ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan minat.
“Saya melihat kegiatan ini sangat bagus karena menjadi wadah pembinaan anak-anak, mulai dari usia dini sampai dewasa,” ujar Sofyan.

Ia mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa mengurangi aktivitas negatif, seperti penggunaan ponsel berlebihan.
“Kita ingin memberikan wadah agar mereka bisa berprestasi,” katanya.
Menariknya, program ini dibuka gratis untuk masyarakat, bahkan peserta sudah bisa mendaftar sejak usia 4 tahun.
“Untuk saat ini semuanya gratis, baik pendaftaran maupun biaya belajar,” ujarnya.
Ke depan, Karang Taruna juga berencana membuka program lain, seperti pelatihan bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin.
“Insya Allah dua sampai tiga bulan ke depan kita mulai program berikutnya,” kata Sofyan.
Ketua DKM Masjid Al Ma’mur, H. Suradji, mengatakan program ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi generasi muda.
“Melihat kondisi anak-anak sekarang yang banyak terpengaruh hal-hal kurang positif, makanya kita buat kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menyebut, pencak silat menjadi sarana pembinaan yang menyeluruh.
“Bukan sekadar bela diri, tapi juga membangun mental spiritual dan seni budaya,” katanya.
DKM, lanjut Suradji, juga menyediakan fasilitas dan akan terus mendukung kegiatan tersebut.
“Kami memberikan tempat dan mensupport kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Padepokan Pencak Silat Pitulung Congkok, Bachtiar Jam’an atau Abah Meong, mengatakan saat ini kegiatan masih fokus pada pendaftaran.
“Hari ini kita terima pendaftaran saja, gratis karena kerja sama dengan DKM,” kata Abah Meong.
Ia menyebut, jadwal latihan akan disusun setelah jumlah peserta diketahui.

“Nanti kita lihat jumlah pendaftar, baru kita jadwalkan latihannya,” ujarnya.
Abah Meong yang dikenal aktif melestarikan silat Betawi itu berharap kegiatan ini bisa menarik minat generasi muda sekaligus menjaga budaya lokal.












