Gelar Budaya Betawi Kampung Bali, Wali Kota Jakpus Sebut Jakarta Masuk 71 Kota Global Dunia

Kabarbetawi.id, Jakarta – Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyoroti capaian Jakarta yang kini masuk dalam jajaran kota global dunia. Namun, di tengah pesatnya kemajuan tersebut, ia mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya Betawi sebagai identitas utama ibu kota.

Hal itu disampaikan Arifin saat menghadiri Gelar Budaya Betawi Kampung Bali di Jl Taman Kebon Sirih, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (25/4/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tanah Abang, Lurah Kampung Bali  dan Dewan Kota Tanah Abang beserta jajarannya, yang bersama-sama mendukung terselenggaranya acara ini.

“Sekarang Jakarta sudah masuk peringkat ke-71 kota global di dunia, sebelumnya berada di urutan ke-74 dari 156 kota, artinya naik 3 peringkat di era Gubernur Pramono Anung.
Bahkan, untuk sektor infrastruktur transportasi, kita sudah berada di peringkat ke-17 dunia,” ujar Arifin.

Walikota Jakarta Pusat H. Arifin, bersama Riano P Ahmad, Tirta Lunggana, didampingi Camat Tanah Abang dan Lurah Kampung Bali.

Ia juga menyebut Jakarta kini menjadi salah satu kota teraman di Asia.

“Terakhir diumumkan, Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia. Ini tentu menjadi kebanggaan kita semua,” kata dia.

Meski demikian, Arifin menegaskan bahwa kemajuan tersebut harus diimbangi dengan pelestarian budaya lokal.

“Jangan sampai kita melupakan akar budaya kita. Budaya Betawi harus terus dijaga dan dirawat,” ucapnya.

Walikota Jakarta Pusat, H.Arifin saat mengunjungi booth Rumah Khas Betawi

Arifin mengapresiasi penyelenggaraan Gelar Budaya Betawi Kampung Bali yang dinilainya menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan kota. Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia yang telah mempersiapkan acara selama sekitar satu bulan hingga berjalan sukses.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa menghadirkan Gelar Budaya Betawi Kampung Bali. Ini bukti bahwa semangat melestarikan budaya tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Betawi setempat, Tirta Lunggana, menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengubah citra Kampung Bali menjadi lebih positif melalui karya generasi muda.

“Kegiatan ini jadi bukti bahwa anak-anak muda Kampung Bali punya ide, gagasan, dan kreativitas. Ini harus kita dukung bersama,” kata Tirta.

Walikota Jakarta Pusat, H Arifin mencoba mengaduk dodol Betawi

Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain, sekaligus memperkuat identitas dengan tagline “Kondangan Kampung Bali”.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Bamus Betawi, Riano P Ahmad, menilai kegiatan ini sebagai langkah awal yang penting dalam memperkuat budaya lokal.

“Identitas budaya adalah bagian penting dari kota global. Apa yang ditampilkan hari ini menjadi potensi besar yang bisa dikembangkan hingga ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Riano juga mendorong agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan terus berkembang secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Rendy Farlyanda, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gelaran perdana yang diinisiasi oleh warga.

“Kegiatan ini pertama kali kami laksanakan. Terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah mendukung,” kata Rendy.

Ia berharap Gelar Budaya Betawi Kampung Bali dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.