KabarBetawi.id, Jakarta – Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus, mendorong acara Lebaran Betawi ditetapkan sebagai program pariwisata unggulan di Jakarta.
Menurutnya, Lebaran Betawi memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya kota Jakarta. Untuk itu, pentingnya konsistensi penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan dengan lokasi tetap. Sebab akan memudahkan wisatawan merencanakan kunjungan dan meningkatkan daya tarik acara secara berkelanjutan.
“Lebaran Betawi harus menjadi agenda tetap setiap tahun di lokasi yang jelas dan konsisten, sehingga wisatawan baik domestik maupun mancanegara, lebih mudah mengakses informasi dan merencanakan kehadirannya,” kata Dailami dalam siaran pers, kemarin.
Lebaran Betawi 2026 berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 10-12 Aprril 2026. Digelar Majelis Kaum Betawi (MKB) dan Bamus Betawi, serta dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, dan tokoh masyarakat Betawi seperti Fauzi Bowo, Biem Benyamin S, Beky Mardani, dan sebagainya.
Senator asal DKI Jakarta ini menyoroti pentingnya penampil seni dan budaya Betawi yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sehingga, representasi budaya Betawi yang otentik dan berkelas dapat lebih dimaksimalkan.
Tak hanya dari sisi pertunjukan, Dailami juga mengusulkan pelibatan lebih banyak produk kuliner dan kriya khas Betawi dalam perhelatan tersebut. Namun, produk-produk itu perlu memiliki standar kualitas yang baik dan mampu bersaing.
“Produk kuliner dan kriya Betawi, terutama dengan kualitas baik, harus ditampilkan secara maksimal sehingga memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” tegasnya.

Promosi hingga ke Luar Negeri
Bang Dai juga menyoroti optimalisasi promosi Lebaran Betawi, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga secara internasional. Perlu keterlibatan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta para duta besar Indonesia di berbagai negara sahabat untuk turut mempromosikan acara tersebut.
“Promosi harus diperluas hingga ke luar negeri dengan melibatkan kementerian terkait dan jaringan diplomatik kita, sehingga Lebaran Betawi dikenal secara global dan menjadi daya tarik wisata budaya Jakarta,” jelasnya.
Ia optimistis dengan langkah-langkah tersebut Lebaran Betawi dapat berkembang menjadi ikon pariwisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus melestarikan warisan budaya Betawi.
“Tidak hanya kearifan lokal yang dapat terus terjaga, Lebaran Betawi dapat menjadi pilar penggerak perekonomian di Jakarta,” pungkas Bang Dai.











