Ulama Betawi KH Syukur Ya’kub Wafat di Usia 89 Tahun, Sosok “Ayah” yang Istiqomah Berdakwah

Kabarbetawi.id, Jakarta — Kabar duka datang dari kalangan ulama dan masyarakat Betawi. Ulama kharismatik Betawi, KH Syukur Ya’kub, wafat pada Selasa (28/4/2026) sore di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dalam usia 89 tahun.

Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi tersebut didapat melalui pesan singkat WAG keluarga yang menyebutkan bahwa KH Syukur Ya’kub wafat pada pukul 16.00 WIB hari Selasa.

“Telah wafat Ayahanda kami KH Muhammad Syukur bin Ya’qub pada Selasa, 28 April 2026. Insya Allah akan dishalatkan besok di Masjid Jami’ Al-Ma’mur Tanah Abang, Jakarta Pusat,” demikian pesan yang disampaikan pihak keluarga.

Semasa hidupnya, KH Syukur Ya’kub dikenal sebagai ulama sepuh yang istiqomah dalam berdakwah. Ia aktif mengajarkan ilmu fikih, tauhid, dan akhlak hingga akhir hayatnya.
Di kalangan masyarakat Betawi, ia menjadi sosok yang disegani karena gaya dakwahnya yang tegas, lugas, serta kaya akan dalil keagamaan. Namun di sisi lain, ia juga dikenal dekat dengan generasi muda.

Lahir di Jakarta pada 12 September 1936, KH Syukur Ya’kub menghabiskan masa kecilnya di kawasan Jalan KH Mas Mansur, Gang Warung Ayu, Tanah Abang.

Ia merupakan murid dari Habib Salim dan sempat menimba ilmu agama hingga ke India sebelum kembali ke Indonesia untuk berdakwah.

Selain di bidang keagamaan, ia juga pernah berkiprah di dunia politik. KH Syukur Ya’kub tercatat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan pada Pemilu 1977, di masa kepemimpinan Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ia juga pernah menjadi pegawai di Departemen Agama RI serta aktif dalam organisasi keagamaan, di antaranya sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PPP dan Wakil Syuriah NU DKI Jakarta.

Meski telah berusia lanjut, KH Syukur Ya’kub tetap aktif mengisi pengajian di berbagai tempat. Salah satu kegiatan rutinnya adalah memberikan kajian ba’da dzuhur di Masjid Al Fatah Pemda DKI Jakarta sejak era Fauzi Bowo.

Di kalangan anak muda Betawi, ia akrab disapa “Ayah” karena sikapnya yang mengayomi dan terbuka. Ceramahnya yang aktual dan sarat referensi menjadikannya sosok panutan lintas generasi.

“Beliau sosok ulama Betawi yang istiqomah dalam amar ma’ruf nahi munkar. Gaya dakwahnya lantang, jelas, tapi tetap dekat dengan anak muda,” ujar Azis Khafia mengenang almarhum.

Kepergian KH Syukur Ya’kub meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Betawi, para murid, serta jamaah yang selama ini mengikuti pengajiannya.