Kabarbetawi.id, Jakarta – Upaya mempererat persaudaraan sekaligus membangkitkan kembali semangat kebersamaan di kalangan pegiat seni bela diri tradisional Betawi menjadi fokus dalam kegiatan Silaturahmi Keluarga Congkok dan Guru-guru ASTRABI Korwil Barat yang digelar di Padepokan Pitulung Sadulur Congkok Indonesia (PPSCI), Jalan Belakang Kelurahan Nomor 48, RT 03 RW 03, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menolak Lupa Rumah Asal dan Perjuangan Pendahulu” itu diprakarsai oleh Bachtiar Jam’an atau yang akrab disapa Abah Meong. Acara dihadiri sejumlah tokoh serta perwakilan berbagai perguruan silat tradisional Betawi di wilayah Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Abah Meong menekankan pentingnya menjaga soliditas antarkeluarga besar Congkok dan para guru yang tergabung dalam ASTRABI Korwil Barat. Menurut dia, semangat persatuan yang pernah menjadi kekuatan utama organisasi perlu kembali dibangun demi menjaga keberlangsungan budaya dan pencak silat tradisional Betawi.
“ASTRABI Korwil Barat dulu sangat solid. Melalui silaturahmi ini, kami berharap semangat kebersamaan itu bisa kembali tumbuh dan semakin kuat ke depannya,” ujar Abah Meong.
Selain menjadi ajang mempererat hubungan antarsesama pegiat budaya Betawi, pertemuan tersebut juga membahas rencana pengembangan fasilitas latihan bagi generasi muda. Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pemugaran Saung Congkok menjadi aula yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan pencak silat sekaligus ruang aktivitas kemasyarakatan.
Rencana tersebut muncul seiring meningkatnya jumlah peserta latihan silat yang selama ini berlatih di Aula Masjid Al Ma’mur Kapuk, Cengkareng. Kapasitas tempat yang tersedia dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menampung antusiasme anak-anak dan remaja yang terus bertambah.
Aula yang direncanakan itu diharapkan menjadi sarana yang lebih representatif untuk mendukung pembinaan pencak silat tradisional, sekaligus menjadi pusat pelestarian budaya Betawi di wilayah Kapuk dan sekitarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Abah Meong juga menyampaikan apresiasi kepada H. Slamet Riyadi yang kembali menjadi sponsor utama kegiatan. Sebagai bentuk dukungannya, H. Slamet Riyadi turut menitipkan dua ekor hewan kurban untuk disembelih pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bang Jek dan Bang Asman dari Beksi Kong Oting, Bang Abel dari Cingkrik Kembang Cempaka, Bang Iwan dari Cingkrik Rusunawa, Po Inung bersama Bang Bajuri yang merupakan mantan Ketua Korwil Barat, Bang Topik dari Pukul Sikun Baba Kunyun, serta Ka Toto dan Ka Hermawan dari Perisai Putih Nusantara.
Turut hadir pula jajaran Karang Taruna SUB RW 03 Kelurahan Kapuk serta keluarga besar Congkok yang selama ini aktif menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat menjadi fondasi untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan pencak silat. Di saat yang sama, upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya Betawi.
Bagi keluarga besar Congkok, pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menghadirkan ruang latihan, melainkan bagian dari ikhtiar membentuk generasi yang kuat, sehat, berilmu, dan berakhlakul karimah. Harapannya, dari tempat itu akan lahir generasi penerus yang mampu menjadi pemimpin amanah sekaligus penjaga nilai-nilai budaya Betawi di masa depan.












