Kabarbetawi.id, Jakarta — Ajang Abang None Cilik kembali digelar tahun ini oleh Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) bersama Pasar Seni Ancol setelah sempat vakum beberapa tahun.
Kembalinya ajang pengenalan budaya Betawi untuk anak-anak itu disambut antusias oleh aktris dan akademisi yang pernah menyandang gelar None Cilik Jakarta pada 1998.
Perempuan bernama lengkap Dr. Fauziah Shahab, S.H., M.Sn. itu mengaku memiliki banyak kenangan membekas dari pengalaman mengikuti Abang None Cilik sejak usia 9 tahun.
“Sejak kecil mama sudah mendaftarkan saya ikut Abang None Cilik. Waktu itu saya juga sudah aktif di Sanggar Ananda dan Lenong Bocah, jadi senang sekali saat ikut ajang ini,” kata Zee Zee, Minggu (7/6/2026)
Lahir dan besar di Jakarta pada 31 Maret 1988, perempuan berdarah Betawi-Arab-Belanda, ini mengawali kariernya di dunia hiburan sejak anak-anak. Ia pernah merilis album lagu anak, membintangi sejumlah iklan televisi, hingga tampil dalam program “Mentari Pagi” di TPI.
Namanya semakin dikenal publik setelah menjadi finalis Gadis Sampul 2001. Setelah itu, karier Zee Zee berkembang di dunia seni peran lewat berbagai judul sinetron seperti “Keluarga Senyum”, “LUV”, “Anak-Anak Masa Depan”, “Dewa Asmara”, “Mariam Mikrolet”, hingga “Ketika Cinta Bertasbih Meraih Ridho Ilahi”.
Tak hanya aktif di dunia hiburan, Zee Zee juga berhasil menuntaskan pendidikan doktoralnya di bidang seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali pada Februari 2026 dengan predikat cumlaude.
Dalam studi doktoralnya, Zee Zee Shahab mengangkat disertasi berjudul “Metode VIT T Revitalisasi dan Transformasi Sastra Ngebuleng Betawi dalam Penciptaan Teater Tutur Kontemporer.”
Menurut Zee Zee, pengalaman mengikuti Abang None Cilik menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun mental dan rasa percaya diri yang sangat berguna dalam perjalanan kariernya hingga sekarang.
“Berkompetisi itu bukan tentang menang atau kalah, tapi bagaimana kita belajar melawan rasa takut dan nervous untuk tampil di depan banyak orang,” ujarnya
Ia mengatakan, ajang tersebut juga memberinya banyak pengetahuan tentang budaya Betawi dan Jakarta sejak usia dini.
“Dulu saya sampai menghafal nama museum di Jakarta, budaya Betawi, makanan khas, kesenian, sampai nama wali kota karena itu akan ditanyakan saat final,” tutur Zee Zee.
Perjalanan Zee Zee di dunia seni juga tidak lepas dari perannya sebagai anggota Sanggar Ananda besutan Aditya Gumay. Ia juga menjadi bagian dari generasi kedua Lenong Bocah, seangkatan dengan almarhum Olga Syahputra, Ruben Onsu, Ayu Pertiwi, Dude Herlino
Sanggar yang dikenal aktif melahirkan banyak talenta muda itu menjadi tempat Zee Zee berkembang sejak anak-anak hingga remaja.
Karena itu, Zee Zee menyambut positif kembalinya Abang None Cilik tahun ini. Menurut dia, ajang tersebut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga ruang edukasi budaya yang dikemas menyenangkan untuk anak-anak.
“Ini bukan sekadar fashion show memakai baju abang none, tapi bagaimana anak-anak bisa belajar budaya Betawi dengan cara yang seru,” kata dia.
Ia juga menilai ajang seperti Abang None Cilik penting untuk membentuk karakter anak sejak dini, mulai dari belajar percaya diri, bersosialisasi, menerima kekalahan, hingga menghargai kemenangan tanpa menjadi sombong.
Sebagai salah satu panitia yang kini terlibat dalam penyelenggaraan acara, Zee Zee berharap semakin banyak anak tertarik mengenal budaya Betawi melalui kegiatan tersebut.
“Betawi itu multi-etnis dan Jakarta sangat heterogen. Jadi ajang ini terbuka untuk siapa saja, bukan hanya untuk anak Betawi atau warga Jakarta,” ujarnya.
Zee Zee pun mengajak para orang tua memanfaatkan momentum libur sekolah dengan mendaftarkan anak mengikuti Abang None Cilik 2026.
“Daripada bingung liburan mau ke mana, lebih baik ikut kegiatan yang seru dan positif. Anak-anak bisa belajar budaya, menambah teman, sekaligus melatih kepercayaan diri,” tutur Zee Zee.











